Bitcoin (BTC) berada di posisi rawan menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat. JPMorgan memperingatkan potensi kejutan hawkish dari laporan Consumer Price Index (CPI) yang bisa menekan harga BTC menuju area psikologis $60.000.
Menjelang rilis CPI hari ini (13/2) pukul 20:30 WIB, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $66.000 setelah sebelumnya sempat kembali menyentuh $70.000 awal pekan ini. N
amun reli tersebut tak bertahan lama. Dalam 30 hari terakhir, harga telah terkoreksi sekitar 30% dari puncak lokal di kisaran $94.000.
JPMorgan, melalui analis yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou, menilai inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat memperkuat narasi suku bunga tinggi lebih lama. Jika CPI inti (core CPI) tercatat di kisaran 0,35% hingga 0,4%, pasar saham seperti S&P 500 masih berpotensi naik tipis.
Namun jika angkanya melampaui 0,45%, tekanan di pasar bisa meningkat signifikan. Dalam skenario ini, S&P 500 diproyeksikan turun antara 1,25% hingga 2,5%. Dampaknya bisa menjalar ke aset berisiko, termasuk kripto.
Bagi Bitcoin, risiko terbesar ada pada area leverage retail yang terkonsentrasi di sekitar $60.000. Jika tekanan jual meningkat, level ini berpotensi diuji dalam pergerakan likuidasi berantai.