
Aktivitas jaringan XRP masih terdampak volatilitas pasar kripto global. Meski harga menguat, tingkat pembakaran (burn rate) justru menurun.
Data terbaru menunjukkan burn rate XRP turun sekitar 2% dalam 24 jam terakhir, dengan total 536 XRP terbakar per 14 Februari. Penurunan ini mencerminkan melemahnya aktivitas on-chain, seiring turunnya minat transaksi dalam beberapa pekan terakhir.
Menariknya, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan pergerakan harga. XRP naik 5,08% dalam sehari dan diperdagangkan di kisaran USD 1,46.
Meski burn rate bukan indikator utama harga, perlambatan aktivitas jaringan biasanya terjadi saat pasar dalam fase koreksi. Kali ini, kenaikan harga di tengah turunnya aktivitas on-chain memunculkan tanda tanya di kalangan analis.