
Harga bitcoin (BTC) turun drastis dari rekor tertinggi USD 126.000 (Rp 2,12 miliar) pada Oktober 2025, kehilangan hampir setengah nilainya. Dalam sebulan terakhir, penurunan mencapai lebih dari 25%, memicu kekhawatiran musim dingin kripto seperti pada 2022.
Meski begitu, ahli investasi menilai investor jangka panjang tetap bertahan. Arus keluar ETF bitcoin, seperti iShares Bitcoin Trust senilai USD 2,8 miliar (Rp 47,12 triliun) dalam tiga bulan terakhir, tidak menandakan kepanikan. Selama setahun terakhir, arus masuk bersih ETF tetap positif sekitar USD 14,2 miliar (Rp 239 triliun).
Matt Hougan dari Bitwise Asset Management menyebut tekanan pasar lebih berasal dari investor lama mengurangi eksposur dan trader jangka pendek, bukan dari investor ETF jangka panjang.