Michael Saylor kembali memberi sinyal akan beli Bitcoin (BTC) baru di tengah tekanan pasar kripto yang masih dalam fase koreksi tajam.
Lewat unggahan terbarunya di X, Saylor membagikan grafik akumulasi Bitcoin milik Strategy, langkah yang selama ini identik sebagai “kode” sebelum perusahaan mengumumkan transaksi baru.
Jika terealisasi, pembelian ini akan menjadi minggu ke-12 berturut-turut Strategy menambah kepemilikan BTC, meski harga Bitcoin sedang berada jauh di bawah puncaknya.
Strategy Masuk Fase Akumulasi Panjang
Melansir dari Cointelegraph, Terakhir kali Strategy membeli Bitcoin adalah pada 9 Februari 2026, saat perusahaan mengakuisisi 1.142 BTC senilai lebih dari US$90 juta.
Dengan transaksi itu, total kepemilikan mereka kini mencapai 714.644 BTC, yang bernilai sekitar US$49,3 miliar berdasarkan harga pasar saat berita ini ditulis.
Angka tersebut menjadikan Strategy sebagai salah satu entitas korporasi dengan cadangan Bitcoin terbesar.
Yang menarik, sinyal pembelian ini muncul ketika harga Bitcoin masih berada di bawah rata-rata harga beli Strategy, yang tercatat sekitar US$76.000 per BTC.
Artinya, secara posisi belum terealisasi, perusahaan berada di bawah harga akumulasi rata-ratanya. Namun, alih-alih menahan diri, Strategy justru konsisten menambah eksposur.
Tekanan di Saham dan mNAV
Di sisi lain, tekanan tidak hanya datang dari harga Bitcoin. Strategy baru-baru ini melaporkan kerugian kuartal keempat sebesar US$12,4 miliar.
Laporan tersebut sempat membuat harga saham perusahaan turun sekitar 17%, sebelum akhirnya pulih sebagian dan ditutup di level US$133,88 pada perdagangan terakhir.