Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Binance Menyoroti Mengapa Pengiriman Uang Global Masih Lebih Mahal

Posted on February 17, 2026

Pengiriman uang global mencapai $905 miliar pada tahun 2024, namun para pengirim terus menghadapi biaya tinggi dan keterlambatan. Menurut Grup Bank Dunia, pekerja migran di seluruh dunia mentransfer dana melalui sistem pembayaran yang kompleks. Binance telah menunjukkan bahwa perantara, waktu pemrosesan, dan keterbatasan infrastruktur membentuk biaya pengiriman uang.

Pengiriman uang melibatkan transfer uang lintas batas, biasanya dari pekerja migran ke keluarga di luar negeri. Menurut Grup Bank Dunia, aliran global meningkat dari $644 miliar pada tahun 2017. Pada tahun 2024, volumenya mencapai $905 miliar, mencerminkan pertumbuhan yang stabil selama tujuh tahun.

Yang perlu diperhatikan, India memimpin negara penerima dengan aliran masuk sebesar $129 miliar. Meksiko menyusul dengan $68 miliar, sementara China menerima $48 miliar. Filipina dan Pakistan masing-masing mencatat $40 miliar dan $33 miliar. Angka-angka ini menunjukkan bagaimana pengiriman uang mendukung pendapatan rumah tangga di berbagai wilayah.

Namun, beberapa negara sangat bergantung pada aliran dana ini. Tajikistan mencatat pengiriman uang melebihi 45% dari PDB. Tonga menyusul dengan 38%, sementara Nikaragua dan Lebanon masing-masing berada di angka 27%. Ketergantungan ini membuat efisiensi transfer menjadi sangat penting.

Bank Dunia memperkirakan bahwa pengiriman uang sebesar $200 menelan biaya sekitar 6,65% secara global. Jika diterapkan pada volume tahun 2024, biaya tersebut mencapai hampir $60 miliar. Biaya ini berasal dari berbagai perantara berlapis, termasuk bank, agen, dan jaringan penyelesaian transaksi.

Namun, biaya hanyalah sebagian dari beban. Transfer seringkali memakan waktu beberapa hari atau lebih lama. Setiap perantara menambahkan langkah verifikasi dan waktu pemrosesan. Akibatnya, penerima mungkin menghadapi penundaan dalam mengakses dana penting.

Ketidakefisienan ini telah menarik perhatian pada jalur kereta api alternatif. Sistem berbasis blockchain kini masuk dalam diskusi sebagai salah satu pilihan tersebut.

Jaringan blockchain mengurangi ketergantungan pada perantara dengan menyelesaikan transaksi secara langsung. Akibatnya, biaya operasional dapat menurun. Binance mengoperasikan Binance Pay, yang mendukung transfer kripto global tanpa biaya.

Selain itu, dompet digital seperti MetaMask dan Trust Wallet memungkinkan transfer aset lintas negara. Proyek infrastruktur seperti Ripple dan Stellar menghubungkan sistem blockchain dengan keuangan tradisional.

Stablecoin, termasuk USDT dan USDC, mengurangi volatilitas selama transfer. Namun, batasan konversi kripto-fiat, celah regulasi, dan akses internet tetap menjadi kendala praktis.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Binance Menyoroti Mengapa Pengiriman Uang Global Masih Lebih Mahal
  • Warga Rusia Melakukan Transaksi Kripto Senilai $648 Juta Setiap Hari di Tengah Regulasi Baru
  • Cathie Wood Mengatakan Trump Mungkin Akan Mengakhiri Pajak Pembayaran Bitcoin
  • Pendiri Binance, CZ, Memperingatkan Celah Privasi Menghambat Pembayaran Kripto
  • Capital B Memperluas Kepemilikan Bitcoin di Tengah Strategi Keuangan yang Kuat

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme