Harga Bitcoin (BTC) berpotensi mengalami tekanan harga menjelang Tahun Baru Imlek 2026, berdasarkan pola historis yang tercatat sejak 2015.
Sejumlah riset pasar menunjukkan BTC kerap terkoreksi dalam dua hingga tiga minggu sebelum Imlek, sebelum akhirnya mencatat pemulihan tajam setelah periode libur berakhir.
Imlek 2026 berlangsung pada 17 Februari 2026 hingga 3 Maret 2026, dengan masa libur utama 15–23 Februari 2026.
Berdasarkan pola sebelumnya, tekanan jual diperkirakan muncul sejak awal Februari, sebelum potensi rebound terjadi pada akhir bulan ketika likuiditas kembali ke pasar.
Di tengah pola tersebut, data terbaru menunjukkan Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$68.000 menjelang periode libur 2026.
Selain pola koreksi sebelum libur, melansir dari Kucoin News, data historis juga menunjukkan Bitcoin hampir selalu mencatat kenaikan selama periode Imlek itu sendiri.
Sejak 2015 hingga 2024, BTC membukukan return positif selama musim libur Imlek dengan kenaikan tahunan berkisar antara 0,8% hingga 19,5%. Tren ini mencatatkan 10 tahun berturut-turut pergerakan positif saat periode perayaan berlangsung.
Namun tren tersebut terhenti pada 2025. Pada Imlek 2025, Bitcoin justru turun dari US$74.800 menjadi US$71.200, atau melemah 4,8% selama periode libur. Penurunan ini menjadi pertama kalinya dalam satu dekade BTC gagal mencatat kenaikan saat Imlek.
Dengan kondisi 2026 yang kembali mendekati periode perayaan, pelaku pasar kini memantau apakah pola bullish 10 tahun tersebut akan kembali muncul atau justru tren pelemahan 2025 berlanjut.