Tingkat pembakaran Shiba Inu telah mencapai titik stagnasi, dengan nol token SHIB yang dibakar selama 24 jam terakhir. Kurangnya aktivitas pembakaran ini telah memicu diskusi tentang masa depan aset tersebut, terutama mengingat perannya dalam mengurangi pasokan SHIB yang beredar untuk menciptakan kelangkaan dan berpotensi meningkatkan permintaan. Namun, terlepas dari penurunan upaya deflasi ini, token berbasis meme ini telah mengalami lonjakan harga yang mengejutkan, menimbulkan pertanyaan tentang pendorong di balik kinerja pasarnya baru-baru ini.
Mekanisme pembakaran Shiba Inu, fitur utama dari strategi deflasinya, telah melambat hingga berhenti total. Tidak ada token yang dihancurkan dalam sehari terakhir, dan tingkat pembakaran telah turun hingga 100%. Jeda dalam aktivitas pembakaran ini patut diperhatikan mengingat ketergantungan aset tersebut pada mekanisme semacam itu untuk mengurangi pasokan dan mendorong potensi kenaikan harga. Siklus pembakaran yang biasa terjadi di ekosistem Shiba Inu tampaknya mengalami gangguan sementara, yang biasanya menimbulkan kekhawatiran investor tentang prospek harga token dalam jangka panjang.
Berbeda dengan stagnasi pada tingkat pembakaran (burn rate), harga Shiba Inu menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Dalam 24 jam terakhir, harga SHIB melonjak sebesar 5,59%, mencapai $0,000006455. Kenaikan ini terjadi seiring dengan pulihnya momentum pasar cryptocurrency secara keseluruhan, dan investor menunjukkan minat baru pada SHIB. Yang mengejutkan, pergerakan harga ini tampaknya tidak terkait dengan tingkat pembakaran token, menunjukkan bahwa faktor lain, seperti spekulasi atau sentimen pasar, mungkin mendorong lonjakan tersebut.
Bersamaan dengan pemulihan harga, Shiba Inu mengalami arus keluar yang signifikan dari bursa, dengan sekitar 140 miliar token SHIB keluar dari bursa. Arus keluar ini menandakan pengetatan likuiditas pasar, yang dapat dilihat sebagai indikator meningkatnya kepercayaan investor. Namun, analis tetap berhati-hati tentang keberlanjutan pergerakan harga ini, terutama mengingat aktivitas jaringan yang lemah yang terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir.