Langkah ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang sedang mengalami penurunan likuiditas dan tekanan harga.
Operasi tersebut terdiri dari pembelian T-Bills tenor 1 – 4 bulan, masing-masing sebesar $8,011 miliar pada 17 Februari dan $8,010 miliar pada 19 Februari.
Dengan demikian, total injeksi likuiditas yang dijadwalkan dan telah dieksekusi mencapai sekitar $16 miliar.
Likuiditas Global Menyusut, Kripto Tertekan
Sepanjang awal 2026, indikator likuiditas di pasar kripto menunjukkan pelemahan. Kapitalisasi pasar stablecoin tercatat menyusut hampir $10 miliar sejak awal siklus tahun ini.
Di sisi lain, data DeFiLlama menunjukkan Total Value Locked (TVL) turun sekitar $20 miliar, kembali ke level sebelum periode pemilu AS. Penurunan ini mencerminkan arus modal yang cenderung keluar dari sektor aset berisiko, termasuk kripto.
Ethereum yang memegang lebih dari 50% dominasi stablecoin, juga turun sekitar 6% secara year-to-date.
Sementara itu, Bitcoin sempat terkoreksi lebih dalam dibanding emas, dengan rasio BTC/Gold menyentuh level terendah dalam 11 tahun berdasarkan indikator RSI bulanan.
Dalam konteks tersebut, suntikan likuiditas dari The Fed menjadi perhatian pasar karena tambahan dana dalam sistem keuangan berpotensi meningkatkan minat terhadap aset berisiko.