
Bitcoin (BTC) kembali melemah pada perdagangan Senin (23/2/2026), menyentuh US$ 66.309 atau sekitar Rp 1,11 miliar, turun 2,77% dari perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini memperpanjang koreksi sejak Oktober 2025, saat BTC sempat menembus US$ 125.000, dan kini sudah merosot lebih dari 47%.
COO BTSE, Jeff Mei, menyebut aksi jual investor dipicu pengumuman tarif global AS sebesar 15% serta ketegangan geopolitik AS-Iran. Sementara Markus Thielen dari 10x Research menambahkan, pasar kripto tengah menghadapi fase bearish dengan likuiditas rendah dan volume transaksi menurun, yang berpotensi menurunkan BTC hingga US$ 50.000.
Tidak hanya BTC, altcoin juga terpuruk. Ethereum (ETH) turun 3,16% ke US$ 1.917, BNB melemah 2,74% ke US$ 607,09, dan Solana (SOL) ambles 5,91% ke US$ 80,32. Memecoin seperti DOGE juga ikut terkoreksi 1,03% ke US$ 0,09652.
Kondisi ini menegaskan sentimen negatif pasar kripto yang masih membayangi investor global.