Bitcoin (BTC) masih menjadi aset utama di pasar kripto, namun investor mulai memperluas eksposur ke aset lain di jajaran top 20 kapitalisasi pasar.
Dilansir dari Coin Telegraph, pergeseran ini terjadi di tengah sentimen extreme fear dan tekanan harga yang belum sepenuhnya mereda.
BTC saat ini diperdagangkan di kisaran $63.694, sementara Ethereum (ETH) berada di sekitar $1.831. Meski keduanya tetap menjadi prioritas, minat terhadap altcoin besar mulai meningkat.
Data Altcoin Season Index mencatat skor 32 dari 100, yang menandakan pasar masih berada dalam fase Bitcoin Season. Artinya, performa Bitcoin masih mengungguli mayoritas altcoin.
Namun, menurut Johann Kerbrat yang disampaikan melalui Coin Telegraph, investor kini tidak hanya fokus pada dua atau tiga aset terbesar. Ia menyebut banyak pengguna mulai “going pretty wide” atau melakukan diversifikasi lebih luas.
Langkah ini menunjukkan perubahan pola pikir. Ketika harga turun, sebagian investor melihatnya sebagai peluang buy the dip, bukan alasan untuk keluar dari pasar.
Di sisi institusi, Basil Al Askari mengatakan manajer aset besar mulai masuk melalui transaksi blok besar, terutama pada aset di top 20. Pendekatan ini disebut masih bertahap dan belum menyentuh altcoin berkapitalisasi kecil atau produk DeFi berisiko tinggi.