Pasar global bergerak defensif setelah kombinasi kekhawatiran profitabilitas AI dan ketidakpastian tarif kembali menekan sentimen.
Saham AS turun, obligasi menguat, dan Bitcoin ikut melemah, mencerminkan pergeseran dana ke aset yang dianggap lebih aman.
Bitcoin pagi ini bahkan turun di sekitar harga $63.000, turun sekitar 1.7% dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar $44 miliar, menunjukkan aktivitas tetap tinggi di tengah volatilitas.
Saham AS turun karena investor khawatir perusahaan teknologi mengeluarkan biaya besar untuk pengembangan AI, sementara hasilnya belum tentu langsung meningkatkan pendapatan. Jika biaya naik lebih cepat dari pemasukan, keuntungan bisa tertekan.
Di sisi lain, ketidakpastian tarif berpotensi menaikkan biaya produksi dan mengganggu rantai pasok.
Ketika prospek laba melemah, investor biasanya mengurangi risiko dengan menjual saham, sehingga pasar ikut terkoreksi.
Meski sering disebut sebagai “digital gold”, Bitcoin kali ini bergerak searah dengan aset berisiko. Penurunan ke area $63.000 pagi tadi menunjukkan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Secara teknikal, penembusan sementara di bawah $64.000 memperlihatkan pasar masih sensitif terhadap sentimen makro. Year-to-date, BTC masih dalam fase koreksi lebih luas dibanding puncaknya tahun lalu.
Pergerakan ini mencerminkan bahwa dalam jangka pendek, Bitcoin masih diperlakukan sebagai aset ber-beta tinggi. Ketika volatilitas naik dan ketidakpastian kebijakan meningkat, investor cenderung mengurangi posisi.