Dewan Federal Reserve meminta komentar publik mengenai proposal untuk menghapus secara permanen “risiko reputasi” dari pengawasan perbankan. Permintaan tersebut, yang dikeluarkan di Washington, menyusul perubahan kebijakan pada bulan Juni dan membuka jendela komentar selama 60 hari. Langkah ini bertujuan untuk mendasarkan pengawasan pada risiko keuangan yang terukur dan mengatasi kekhawatiran terkait debanking di masa lalu.
Usulan tersebut akan mengkodifikasi keputusan Dewan sebelumnya untuk mengecualikan risiko reputasi dari pemeriksaan bank. Secara khusus, usulan ini menegaskan kembali bahwa pengawas tidak boleh menghukum bank karena melayani pelanggan yang terlibat dalam kegiatan yang sah.
Dewan tersebut mengatakan bahwa perubahan ini bertujuan untuk pengawasan yang lebih jelas dan tepat berdasarkan risiko keuangan yang material. Menurut Wakil Ketua Bidang Pengawasan, Michelle Bowman, risiko reputasi menciptakan variabilitas dan mengalihkan perhatian dari risiko kredit, likuiditas, dan pasar.
Ia mengatakan bahwa diskriminasi berdasarkan pandangan politik, agama, atau aktivitas bisnis yang sah melanggar hukum. Namun, Dewan menekankan bahwa bank tetap harus menjaga manajemen risiko yang kuat dan mematuhi peraturan.
Federal Reserve juga membuka periode komentar publik selama dua bulan. Setelah itu, mereka berencana untuk menerbitkan aturan final di Federal Register. Dewan tersebut mengatakan bahwa proposal ini merupakan langkah paling mengikat yang pernah diambil hingga saat ini terkait masalah ini.