Bitcoin (BTC) saat ini berada dalam tekanan setelah turun hampir 50% dari puncaknya di atas US$124.000.
Di tengah koreksi tersebut, Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, membandingkan fase penurunan ini dengan periode sulit yang pernah dialami Apple dan Amazon sebelum menjadi raksasa kapitalisasi pasar.
Dalam wawancara dengan Natalie Brunell, Saylor menilai volatilitas tajam bukan hal asing bagi aset yang bersifat disruptif.
Ia melihat Bitcoin saat ini berada pada tahap pembuktian yang serupa dengan perjalanan panjang dua perusahaan teknologi tersebut.
Bitcoin Turun Hampir 50% dalam 137 Hari
Pada saat wawancara dilakukan, harga Bitcoin berada di kisaran US$64.497 setelah sempat turun di bawah US$63.000. Penurunan itu terjadi hanya 137 hari sejak mencetak all-time high pada Oktober lalu.
Saylor meremehkan durasi koreksi tersebut. Menurutnya, empat setengah bulan bukan periode yang panjang dalam siklus aset global.
“Baru 137 hari sejak all-time high. Itu empat setengah bulan, bahkan belum setengah waktu yang dibutuhkan untuk melahirkan bayi,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul ketika sebagian pelaku pasar mulai mempertanyakan momentum reli sebelumnya dan ketahanan harga di tengah tekanan makro.