Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menyinggung kripto sama sekali dalam pidato kenegaraan terbarunya yang berlangsung hampir dua jam pada Selasa waktu setempat.
Di tengah ekspektasi sebagian pelaku industri terhadap sinyal kebijakan pro-kripto, yang muncul justru pesan terkait inflasi yang belum sepenuhnya terkendali dan suku bunga berpotensi tetap tinggi lebih lama.
Pidato tersebut menjadi yang terpanjang dalam sejarah State of the Union. Trump membahas pajak, kecerdasan buatan, perumahan, hingga kebijakan perdagangan. Namun aset digital tidak mendapat satu pun porsi pembahasan.
Bagi pasar kripto, absennya pembahasan itu berarti tidak ada katalis regulasi baru dalam waktu dekat. Fokus utama justru bergeser ke arah kebijakan moneter dan tekanan makro.
Inflasi Masih 3%, The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga
Dalam pidatonya, Trump mengklaim inflasi inti turun ke 1,7% pada akhir 2025. Namun data Federal Reserve menunjukkan indikator inflasi pilihannya, core PCE, justru berada di level 3% pada Desember. Angka ini masih di atas target 2% yang ditetapkan bank sentral AS.
Perbedaan narasi ini memperkuat pandangan pasar bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Dengan inflasi yang masih bertahan, ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga menjadi terbatas.
Pemangkasan total 75 basis poin yang dilakukan pada akhir tahun lalu kini dipandang sebagai penyesuaian terakhir untuk sementara waktu. Konsensus pasar menilai bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi hingga ada bukti inflasi kembali mendekati target.
Lingkungan suku bunga tinggi biasanya memperketat likuiditas dan meningkatkan biaya pinjaman. Kondisi ini cenderung membebani aset berisiko, termasuk saham teknologi dan kripto.