Sistem AI kini tidak hanya sebatas menjawab pertanyaan atau merangkum informasi. Agar benar-benar otonom, agen AI harus mampu mengeksekusi pembayaran secara mandiri, dan infrastruktur untuk itu mulai dibangun oleh Big Tech maupun ekosistem crypto.
Menurut laporan dari Tiger Research, perubahan ini menandai pergeseran besar: peran pembayar tidak lagi eksklusif untuk manusia.
Jika otomatisasi ingin berjalan penuh, agen harus bisa menilai, menyetujui, dan menyelesaikan transaksi dalam batas yang sudah ditentukan.
Pada Januari 2025, Google memperkenalkan AP2 (Agent Payment Protocol 2.0). Sistem ini membagi proses transaksi menjadi tiga lapisan: Intent Mandate, Cart Mandate, dan Payment Mandate.
Intent Mandate mencatat apa yang diinginkan pengguna. Cart Mandate memastikan pembelian sesuai aturan, dan Payment Mandate mengeksekusi transfer dana melalui Google Pay.
Contohnya, jika pengguna meminta agen membeli jaket di bawah $200, sistem memverifikasi harga, memasukkan ke keranjang, lalu memproses pembayaran setelah persetujuan.
Alternatifnya, agen dapat menyelesaikan pembayaran otomatis dalam parameter yang telah disetujui sebelumnya.
Model ini memanfaatkan kredensial yang sudah ada seperti kartu dan alamat pengguna. Namun, penggunaannya masih terbatas pada merchant dalam ekosistem yang telah diverifikasi.