Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menegaskan bahwa jaringan Ethereum (ETH to IDR) seharusnya tetap menjadi infrastruktur digital yang netral, bukan alat untuk terlibat langsung dalam konflik politik atau agenda tertentu.
Buterin menilai peran Ethereum bukan untuk mengambil posisi dalam perdebatan politik global, melainkan membangun sistem digital terbuka yang memungkinkan siapa pun bertransaksi, berorganisasi, dan berkoordinasi tanpa kontrol terpusat.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran soal pengawasan pemerintah, konsentrasi kekuasaan teknologi, serta konflik geopolitik yang mempengaruhi ekosistem digital.
Vitalik: Ethereum Harus Fokus pada Infrastruktur, Bukan Politik
Dalam penjelasannya, Buterin membedakan dua cara teknologi bisa memengaruhi kondisi global.
Pendekatan pertama adalah mengubah struktur sistem secara mendasar, misalnya dengan menciptakan teknologi yang meningkatkan kebebasan dan ketahanan digital. Pendekatan kedua adalah mengambil sikap terhadap isu politik tertentu.
Menurut Buterin, Ethereum seharusnya berfokus pada pendekatan pertama.
Ia menggambarkan Ethereum sebagai “ruang digital bersama” yang tidak dimiliki siapa pun, tempat individu dan organisasi dapat membangun aplikasi, melakukan transaksi, atau berkoordinasi tanpa ketergantungan pada satu otoritas.
Dengan kata lain, peran utama Ethereum adalah membangun lapisan koordinasi dan keuangan terdesentralisasi, bukan menjadi alat aktivisme politik.