Konflik antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.
Laporan Politico menyebut pejabat U.S. Central Command (CENTCOM) memperkirakan operasi militer bisa berjalan setidaknya 100 hari dan kemungkinan hingga September.
Perkiraan ini berbeda dengan pernyataan sebelumnya yang menyebut konflik mungkin hanya berlangsung beberapa hari atau minggu.
CENTCOM Perkirakan Operasi Hingga 100 Hari
Menurut laporan tersebut, pejabat CENTCOM di markas besar Tampa, Florida meminta tambahan personel intelijen kepada Pentagon.
Permintaan itu didasarkan pada analisis bahwa dukungan militer kemungkinan diperlukan setidaknya selama 100 hari.
Namun hingga saat ini pemerintah AS belum memberikan jadwal pasti mengenai akhir operasi militer tersebut.
Presiden Donald Trump sebelumnya menyebut konflik bisa berlangsung sekitar empat hingga lima minggu, meski ia juga membuka kemungkinan durasi yang lebih lama.
Kekhawatiran Konflik Berkepanjangan
Sejumlah pengamat mulai mempertanyakan arah strategi konflik ini. Beberapa anggota parlemen Amerika menilai tujuan operasi militer terlihat berubah beberapa kali.
Awalnya fokus pada program nuklir Iran, kemudian bergeser ke rudal balistik dan isu keamanan regional.
Karena itu, sebagian analis khawatir konflik dapat berkembang menjadi perang yang lebih panjang dari perkiraan awal.
Ketegangan Global dan Sentimen Kripto
Ketegangan geopolitik sering mempengaruhi sentimen pasar global, termasuk pasar kripto. Dalam situasi penuh ketidakpastian, investor biasanya menjadi lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.
Namun hubungan antara konflik geopolitik dan kripto tidak selalu konsisten. Pasar kripto tetap dipengaruhi faktor lain seperti kebijakan moneter, regulasi, dan kondisi ekonomi global.