Pasar kripto memulai pekan ini dengan pergerakan positif. Namun perhatian investor kini tertuju pada satu agenda penting, yaitu rilis data inflasi Amerika Serikat atau Consumer Price Index (CPI) pada Rabu (11/3) waktu setempat.
Laporan tersebut dinilai dapat menentukan arah pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan XRP dalam jangka pendek.
Ekonom memperkirakan inflasi akan berada di sekitar 2,5%, sedikit lebih tinggi dibandingkan 2,4% pada Januari. Meski inflasi mulai melambat dibanding periode sebelumnya, angka tersebut masih berada di atas target Federal Reserve sebesar 2%.
Karena itu, bank sentral AS diperkirakan belum akan terburu-buru memangkas suku bunga. Data CME FedWatch Tool menunjukkan peluang sekitar 95% bahwa suku bunga akan tetap berada di kisaran 3,5% – 3,75% pada pertemuan mendatang.
Suku bunga yang tinggi biasanya mengurangi arus dana ke aset berisiko, termasuk pasar kripto.
Bitcoin Pernah Melonjak Setelah CPI Dirilis
Data inflasi sebelumnya menunjukkan dampak besar terhadap pasar kripto. Pada 13 Februari, ketika CPI Januari tercatat 2,4% dan lebih rendah dari ekspektasi, Bitcoin langsung melonjak tajam.
Harga Bitcoin naik sekitar 5% dalam satu hari, dari $65.889 menjadi hampir $70.500. Kenaikan tersebut juga diikuti oleh altcoin besar.
Ethereum sempat menembus $2.100, sementara XRP diperdagangkan di sekitar $1.55, dengan kenaikan sekitar 5% hingga 8% dalam satu hari.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa data inflasi AS sering menjadi katalis besar bagi pasar kripto.