Presiden Donald Trump menyatakan bahwa harga minyak akan turun sangat cepat setelah konflik dengan Iran berakhir dikutip dari media lokal AS, WSMV4 pada Selasa (17/3).
Pernyataan ini disampaikan dalam sesi wawancara di Gedung Putih, di tengah kondisi harga energi yang masih tinggi akibat ketegangan geopolitik.
Trump menegaskan bahwa lonjakan harga saat ini hanya bersifat sementara. Ia menyebut bahwa setelah konflik selesai, bukan hanya minyak, tetapi juga inflasi akan turun secara signifikan.
Saat ini, rata-rata harga bensin di AS tercatat sekitar $3,72 per galon, mencerminkan tekanan akibat gangguan pasokan.
Salah satu penyebab utama adalah terganggunya jalur distribusi minyak, terutama di wilayah strategis yang belum sepenuhnya aman.
Gangguan Distribusi Jadi Penyebab Utama
Ketegangan di kawasan Timur Tengah membuat kapal tanker minyak kesulitan melintas.
Risiko keamanan, termasuk potensi ranjau di jalur laut, membuat distribusi minyak global terhambat. Akibatnya, pasokan menurun dan harga energi terdorong naik.
Trump bahkan meminta bantuan negara lain untuk mengamankan jalur tersebut, namun hingga saat ini belum ada respons positif.