Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) menembus $105 per barel, mencapai level tertinggi dalam tiga hingga empat tahun terakhir.
Kenaikan ini memicu kewaspadaan di pasar kripto karena dalam beberapa kejadian sebelumnya, lonjakan serupa diikuti koreksi harga Bitcoin (BTC) dalam waktu relatif singkat.
Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, yang selama ini menjadi pendorong utama lonjakan harga energi global. Kondisi tersebut membuat investor mulai mengantisipasi dampaknya terhadap aset berisiko.
Lonjakan Minyak Perkuat Tekanan Makro
Harga minyak di atas $105 mencerminkan tekanan yang lebih luas di ekonomi global. Kenaikan energi sering berkaitan dengan inflasi dan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Dalam situasi seperti ini, pasar cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Bitcoin, sebagai bagian dari kategori tersebut, biasanya merespons perubahan sentimen ini melalui tekanan jual jangka pendek.