Harga XRP masih tertahan di bawah $2 setelah mengalami tren turun selama sekitar 8 bulan terakhir.
Tekanan jual yang konsisten membuat harga terus mencetak lower high dan gagal menembus resistance penting.
Di balik kondisi ini, data on-chain menunjukkan pasar sedang berada di fase krusial.
Dilansir dari CoinPedia, salah satu penyebab utama XRP sulit naik adalah banyaknya investor yang membeli di harga lebih tinggi.
Ketika harga mendekati area tersebut, mereka cenderung menjual untuk keluar dari kerugian.
Data menunjukkan hanya sekitar 43,4% supply XRP yang berada dalam kondisi profit, level terendah sejak Juli 2024.
Selain itu, terjadi lonjakan realized loss, terutama dari holder jangka pendek. Kondisi ini dikenal sebagai fase kapitulasi, di mana investor yang lemah keluar dan aset berpindah ke tangan yang lebih kuat.