Kenaikan harga Bitcoin (BTC) ke kisaran $72.700 setelah pengumuman gencatan senjata (ceasefire) antara Amerika Serikat dan Iran pagi ini (8/4), memicu likuidasi besar-besaran di pasar kripto dan derivatif.
Dalam 24 jam, trader yang bertaruh harga turun (short seller) mengalami kerugian hingga $427 juta atau sekitar Rp7,2 triliun.
Lonjakan ini terjadi hanya dalam hitungan jam, membalikkan posisi pasar yang sebelumnya didominasi sentimen bearish.
Lonjakan Bitcoin Picu Likuidasi Besar
Data dari CoinGlass menunjukkan total likuidasi pasar kripto mencapai $595 juta dalam 24 jam terakhir.
Dari jumlah tersebut, posisi short menyumbang sekitar $427 juta, jauh lebih besar dibandingkan posisi long yang hanya sekitar $168 juta.
Tekanan terbesar terjadi dalam periode 12 jam, ketika sekitar $508 juta posisi dilikuidasi. Dari angka itu, short seller menyumbang sekitar $398 juta, mencerminkan salah satu short squeeze terbesar sejak awal Maret.
Salah satu likuidasi terbesar tercatat berasal dari posisi short BTC-USDT senilai $11,79 juta di Binance.