Saham Alphabet (GOOGL) muncul sebagai yang paling tangguh di antara kelompok Big Tech sepanjang 2026. Di saat beberapa raksasa teknologi mengalami tekanan tajam, Google justru mampu bertahan dan mencatat kinerja positif.
Data terbaru menunjukkan, GOOGL mencatat kenaikan sekitar 1,5% secara year-to-date (YTD), menjadikannya pemimpin di antara saham Magnificent 7.
Sebaliknya, Microsoft justru mengalami penurunan signifikan hingga sekitar 23% dalam periode yang sama, menandakan pergeseran kekuatan di sektor teknologi.
Sentimen Global Jadi Pemicu Kenaikan
Lonjakan saham GOOGL dalam beberapa hari terakhir tidak datang dari faktor internal perusahaan, melainkan dari perubahan kondisi makro.
Kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz, memicu optimisme pasar. Dampaknya langsung terasa pada aset berisiko, termasuk saham teknologi.
Pada 8 April, saham GOOGL sempat tercatat naik sekitar 3,9%, mengungguli kenaikan Nasdaq yang berada di kisaran 2,6%.
Meskipun Alphabet tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sektor energi atau geopolitik kawasan tersebut, stabilitas global tetap menjadi faktor penting bagi bisnisnya.