Iran mulai menerapkan skema baru di jalur energi paling krusial di Timur Tengah.
Setiap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz kini diwajibkan membayar biaya transit sebesar $1 per barel menggunakan Bitcoin (BTC), di tengah gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat.
Kebijakan ini langsung menarik perhatian pasar global karena Selat Hormuz merupakan jalur distribusi sekitar 20% minyak dunia. Perubahan kecil di titik ini bisa berdampak besar terhadap harga energi dan stabilitas pasar.
Skema Baru: Bayar Bitcoin dalam Hitungan Detik
Berdasarkan laporan terbaru, Iran mewajibkan setiap kapal untuk mengirimkan data muatan terlebih dahulu melalui email sebelum memasuki selat.
Setelah diverifikasi, kapal hanya diberi waktu beberapa detik untuk menyelesaikan pembayaran dalam Bitcoin.
Langkah ini bukan sekadar prosedur administratif. Iran secara terang menyebut sistem ini dirancang agar transaksi tidak mudah dilacak atau diblokir oleh sanksi internasional.
Dengan kapasitas kapal tanker yang umumnya membawa 500 ribu hingga 2 juta barel minyak, satu kali lintasan bisa menghasilkan pembayaran antara $500 ribu hingga $2 juta dalam bentuk kripto.