Bitcoin (BTC) mengalami tekanan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz, menyusul gagalnya negosiasi dengan Iran terkait program nuklir.
Blokade Hormuz Picu Lonjakan Minyak Global
Pengumuman blokade terhadap Selat Hormuz menjadi katalis utama pergerakan pasar kripto saat ini. Jalur ini dikenal sebagai salah satu titik paling strategis dalam perdagangan energi global, dengan sekitar 20% suplai minyak dunia melewati wilayah tersebut.
Tak lama setelah pasar futures Amerika Serikat dibuka, harga minyak melonjak tajam hingga 9,5%, menembus $105 per barel dalam waktu kurang dari 30 menit. Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Ketegangan antara AS dan Iran sendiri telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan memicu volatilitas tinggi di pasar minyak, bahkan mencapai level tertinggi sejak konflik Rusia–Ukraina pada 2022.