Jakarta – Pasar kripto dibayangi aksi jual pada Kamis sore (28/8/2025) waktu Amerika Serikat. Harga Bitcoin (BTC) sempat menembus USD 113.000 (Rp 1,84 miliar) sebelum terkoreksi 0,7% ke level USD 111.800 (Rp 1,82 miliar). Ethereum (ETH) dan XRP ikut tertekan lebih dalam, masing-masing turun 2,1% dan 1,4%.
Sebaliknya, Solana (SOL) tampil menonjol dengan kenaikan 3,1% dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu, harga emas bergerak positif. Logam mulia ini naik 0,8% menjadi USD 3.477 per ounce, hanya beberapa dolar di bawah rekor tertinggi USD 3.534 yang dicapai awal bulan. Sepanjang Agustus, emas naik hampir 4%, berbanding terbalik dengan Bitcoin yang turun 5,2%.
Faktor makroekonomi seperti penurunan suku bunga, pelemahan dolar AS, dan kebijakan Federal Reserve diperkirakan akan semakin memengaruhi pergerakan pasar pada September.
Di sisi korporasi, perusahaan investasi Strategy kembali memborong Bitcoin senilai USD 357 juta (Rp 5,8 triliun) melalui penerbitan saham biasa senilai USD 310 juta (Rp 5,04 triliun). Meski saham Strategy turun 2,7% ke USD 348, nilainya masih mencatat kenaikan 20% sepanjang tahun ini.
Namun, langkah Strategy memicu kritik. CEO Damped Spring Advisors, Andy Constan, bahkan membandingkan model bisnis perusahaan tersebut dengan skema Ponzi karena bergantung pada penerbitan saham baru untuk membayar dividen pemegang saham preferen.