Pasar kripto bergerak hati-hati menjelang pergantian tahun, dengan Bitcoin bertahan di bawah level psikologis utama meski sempat menguat harian.
Seorang analis menilai fase tekanan ini belum selesai dan berpotensi berlanjut hingga akhir 2026, bukan sekadar koreksi jangka pendek.
Analis tersebut menyebut reli apa pun saat ini bersifat taktis. Ia memilih mengurangi eksposur likuid dan memperlakukan setiap kenaikan sebagai peluang manajemen risiko.
Struktur Biaya Whale Menjadi Penghalang Kenaikan
Data menunjukkan area $100.000 pada harga Bitcoin berfungsi sebagai resistance kuat karena berimpit dengan rata-rata biaya masuk whale baru yang memegang BTC kurang dari 155 hari.
Zona ini kerap memicu tarik-ulur antara ambil untung dan akumulasi, sehingga laju naik mudah tertahan.
Sebaliknya, basis biaya pemegang jangka panjang berada jauh lebih rendah, sekitar $40.000, sementara pengguna spot ritel berada di kisaran $56.000. Perbedaan ini menjelaskan mengapa suplai cenderung muncul di atas, sementara dukungan baru terlihat di bawah.
Sinyal Teknis Memperkuat Risiko Penurunan
Sinyal lain datang dari 50-week simple moving average (SMA). Dalam siklus sebelumnya, kegagalan merebut kembali level ini sering diikuti penurunan lanjutan yang signifikan, dengan rata-rata koreksi sekitar 54%.
Jika pola historis berulang, skenario ekstrem membuka ruang menuju $40.000, meski bukan berarti terjadi dalam satu kali gerak. Penekanan utamanya ada pada penutupan mingguan yang lemah, bukan fluktuasi harian.
Peta Jalan Analis: Volatilitas Tanpa Perubahan Tren
Analis memperkirakan peluang ayunan naik jangka pendek menuju $107.000, sebelum tekanan kembali muncul pada Februari – Maret.
Dengan $100.000 sebagai atap dan $56.000 sebagai bantalan awal, arah berikutnya ditentukan oleh kemampuan pasar menyerap suplai di zona biaya kunci.
Kesimpulannya, pasar sedang menguji ketahanan struktur, bukan mengejar euforia. Selama level teknis utama belum direbut kembali secara meyakinkan, risiko bear market berkepanjangan tetap relevan hingga akhir 2026.