Di 2025, pasar crypto diawali dengan reli mengejutkan setelah sempat tertekan di akhir 2024. Bitcoin naik 3% ke sekitar US$97.234, membawa kenaikan awal tahun mendekati 4% hanya dalam dua sesi perdagangan pertama.
Indeks CoinDesk 20 juga menguat lebih dari 3%, menandakan pemulihan yang merata di pasar crypto. Token yang terhubung dengan Solana memimpin kenaikan dengan lonjakan hampir 7%, disusul penguatan saham perusahaan crypto yang naik lebih dari 3%.
Apa yang Terjadi di Awal 2025 Lalu?
Investor kembali menunjukkan minat setelah gelombang koreksi yang menekan harga menjelang akhir 2024. Meski reli pasca pemilu AS membawa Bitcoin ke rekor baru di atas US$100.000 sempat memudar, crypto tetap menutup tahun dengan kenaikan lebih dari 120%.
Sebagian pemegang jangka panjang melakukan profit-taking, sementara ketidakpastian mengenai arah pemangkasan suku bunga Federal Reserve membuat pasar bergerak lebih hati-hati.
Namun memasuki 2025, optimisme mulai kembali terlihat seiring membaiknya ekspektasi regulasi.
Ekspektasi Regulasi Baru Dorong Sentimen Pasar
Tahun 2025 diprediksi menjadi tahun penting bagi industri crypto berkat perubahan sikap pemerintah AS yang dipimpin presiden terpilih Donald Trump.
Pelaku pasar berharap Kongres segera mengesahkan undang-undang crypto pertama, yang kemungkinan berfokus pada stablecoin atau struktur pasar aset digital.
Selain itu, investor juga menantikan peluang munculnya IPO dari perusahaan crypto, serta perkembangan terkait wacana cadangan strategis nasional Bitcoin. Prospek regulasi yang lebih jelas membuat banyak trader melihat awal tahun ini sebagai titik balik menuju fase pasar berikutnya.
Apakah Kenaikan Awal Tahun Menjadi Sinyal Menuju 2026?
Pemulihan harga di awal 2025 dianggap sebagai tanda bahwa minat investor terhadap crypto tetap kuat meskipun ada volatilitas di akhir 2024.
Kenaikan di berbagai sektor, mulai dari Bitcoin hingga Solana, memperlihatkan bahwa pasar tidak hanya bergantung pada satu aset.
Namun analis mengingatkan bahwa arah pasar di 2025 tetap bergantung pada keputusan suku bunga, perkembangan regulasi, dan apakah momentum ini dapat bertahan di kuartal berikutnya. Jika kombinasi faktor tersebut bergerak sejalan, reli awal tahun bisa menjadi fondasi penting menjelang 2026.