Membangun portofolio kripto untuk 2026 tidak bisa dilepaskan dari pelajaran berat sepanjang tahun 2025. Setelah reli besar pada 2024 yang mendorong kapitalisasi pasar kripto global melonjak hampir 100 persen, banyak investor berharap tren itu berlanjut.
Namun pada kenyataannya, pasar justru berbalik arah. Sepanjang 2025, pasar kripto menutup tahun dengan penurunan sekitar 7,85 persen, mematahkan ekspektasi akan lanjutan bull run.
Jika ditelisik lebih dalam, tekanan paling besar terjadi pada aset-aset beresiko tinggi. Sektor koin meme menjadi korban utama, dengan kapitalisasi pasar menyusut sekitar US$ 40 miliar. Indikator Altcoin Season Index juga mencerminkan perubahan ini, ditutup lebih dari 10 poin lebih rendah dibandingkan awal tahun. Sentimen kehati-hatian mendominasi, menggantikan euforia yang sempat menguasai pasar.
Namun tekanan tidak hanya berhenti di koin meme atau altcoin konvensional. Sektor-sektor yang sebelumnya dianggap “tren masa depan” juga ikut terguncang. Token bertema kecerdasan buatan, yang sempat menikmati lonjakan minat di awal siklus, gagal mempertahankan daya tariknya.
Data dari CoinGecko menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar AI token turun sekitar US$ 35 miliar sepanjang 2025, dari sekitar US$ 50 miliar di awal tahun. Volatilitas tinggi bahkan menghantam aset-aset yang sebelumnya dianggap berada di garis depan inovasi.
Kondisi ini menegaskan satu hal penting, yakni 2025 adalah tahun pembelajaran tentang resiko. Pergerakan harga yang ekstrem, serangkaian flash crash, serta pergerakan Bitcoin yang cenderung terjebak dalam rentang sempit membuat banyak investor kehilangan selera untuk spekulasi agresif.
Di saat yang sama, emas dan logam mulia justru memimpin kinerja aset global, dan menghidupkan kembali narasi safe haven di tengah ketidakpastian makro.
Salah satu yang menarik , alih-alih meninggalkan kripto sepenuhnya, arus modal justru beralih ke segmen yang menawarkan utilitas nyata dan potensi jangka panjang. Tidak terlihat rotasi besar ke aset spekulatif baru. Sebaliknya, investor tampak semakin selektif, menempatkan modal pada proyek yang mampu menghasilkan arus kas atau memiliki keterkaitan langsung dengan ekonomi riil.
Sektor real-world asset (RWA) menjadi contoh paling jelas dari perubahan ini. Sepanjang 2025, RWA mencatat pertumbuhan sekitar 245 persen, dengan tambahan aset bernilai US$ 14 miliar. Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa investor mulai memprioritaskan tokenisasi aset dunia nyata, instrumen pendapatan dan struktur yang lebih menyerupai keuangan tradisional.
Tren serupa juga tercermin pada Ethereum, di mana total value secured (TVS) naik sekitar 6 persen sepanjang tahun. Kenaikan ini relatif moderat dibandingkan reli masa lalu, namun konsisten dengan pergeseran preferensi pasar menuju penggunaan jaringan untuk aktivitas produktif, bukan semata spekulasi harga.