Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Investor Hati-Hati, Bakal Ada Perusahaan yang Bakal Unlock Aset Bernilai US$ 1 Miliar

Posted on January 2, 2026

Ripple dijadwalkan bakal unlock escrow sekitar US$ 1 miliar dalam bentuk XRP pada awal Januari. Ini menandai pelepasan pasokan pertama di tahun 2026. Meski bersifat rutin dan telah lama dijadwalkan, peristiwan ini tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar kripto karena bertepatan dengan kondisi likuiditas yang relatif tipis dan sentimen kripto yang masih rapuh.

Mekanisme escrow XRP diperkenalkan pada 2017 sebagai upaya menciptakan transparansi dan kepastian pasokan. Setiap bulan, hingga US$ 1 miliar XRP dilepas dari kontrak terkunci waktu. Namun dalam praktiknya, Ripple hanya menggunakan sebagian kecil dari jumlah tersebut untuk kebutuhan operasional, pengembangan ekosistem dan penyediaan likuiditas, sementara sisanya kembali dikunci ke escrow dengan jadwal baru.

Secara historis, sekitar 60 persen hingga 80 persen dari setiap unlock, atau sekitar 600 juta hingga 800 juta XRP dikunci ulang. Dengan pola ini, hanya sekitar 200 juta hingga 400 juta XRP yang benar-benar berpotensi menambah pasokan di luar escrow. Konsekuensinya, angka pelepasan nominal sering kali terllihat besar di atas kertas, namun dampak riilnya terhadap suplai beredar jauh lebih terbatas.

Karena sebagian besar token kembali dikunci, pergerakan harga XRP dalam merespons pelepasan escrow sebelumnya cenderung terbatas. Pasar umumnya telah mengantisipasi jadwal ini, sehingga kejutan pasokan jarang terjadi. Namun, pelepasan pertama di awal tahun tetap berpotensi memengaruhi sentimen jangka pendek, terutama ketika volume perdagangan rendah atau ketidakpastian pasar meningkat.

Menjelang unlock escrow ini, XRP masih bergerak dalam tekanan. Pada waktu publikasi, token tersebut diperdagangkan di kisaran US$ 1,87, naik tipis hampir 0,4 persen dalam 24 jam terakhir dan sekitar 1 persen dalam sepekan.

Harga XRP saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan utama. Token tersebut masih tertahan di bawah simple moving average (SMA) 50 hari di kisaran US$ 2,07 dan SMA 200 hari di kisaran US$ 2,49. Posisi di bawah kedua indikator jangka pendek dan panjang ini mengindikasikan bahwa tekanan turun masih mendominasi, selama harga belum mampu merebut kembali area resisten tersebut.

Selain itu, indikator momentum juga mencerminkan kondisi serupa. Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di sekitar 42,7, masih dalam zona netral namun di bawah ambang 50.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Harga HBAR Mempertahankan Struktur Bearish Meskipun Pembelian ETF Institusional Tetap Stabil
  • Solana Price Mengincar Dukungan Level $78 Saat Level Fibonacci dan Struktur Pasar Selaras
  • Analis Mengantisipasi Konsolidasi Bitcoin dan Menunjukkan Potensi Terobosan 15% Seiring Penyempitan Pola Segitiga.
  • Para Pendiri Neo Berselisih Soal Pengendalian dan Transparansi Keuangan
  • Ini Deretan Altcoin Paling Tekor di 2025

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme