Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Bitcoin Tutup Tahun 2025 dengan Harga di Bawah US$ 90.000, Adakah Peluang Bangkit?

Posted on January 2, 2026

Harga Bitcoin (BTC) menutup perdagangan tahun 2025 di bawah level psikologis penting, yang menandai akhir tahun berat bagi pasar kripto. Aset kripto terbesar ini diperdagangkan di kisaran US$ 87.255 pada waktu publikasi, turun lebih dari 1 persen dalam 24 jam terakhir, sekaligus gagal mempertahankan area US$ 100.000 dan US$ 90.000 yang selama ini menjadi tumpuan sentimen bullish.

Penutupan di bawah dua level tersebut menjelaskan bahwa reli besar yang sempat terjadi pada pertengahan tahun tidak berlanjut hingga akhir 2025. Namun, di balik tekanan harga jangka pendek, pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian ke level-level teknikal yang dinilai krusial untuk arah Bitcoin pada 2026.

Menurut data on-chain dari CryptoQuant, Bitcoin saat ini tengah menguji area support penting di sekitar US$ 86.500. Level ini bukan sekedar angka teknikal biasa. CryptoQuant mencatat bahwa area tersebut mempresentasikan average cost basis para pembeli Bitcoin melalui ETF Spot.

Sepanjang 2025, ETF Spot Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih kumulatif lebih dari US$ 56 miliar. Skala akumulasi tersebut membuat banyak analis meyakini bahwa investor institusional memiliki insentif besar untuk mempertahankan area US$ 86.500, setidaknya sebagai basis pertahanan awal jika volatilitas berlanjut di awal 2026.

Di sisi fundamental, meskipun harga Bitcoin menutup tahun dengan performa yang mengecewakan, fondasi pasar justru dinilai lebih kokoh dibandingkan siklus-siklus sebelumnya. Adopsi institusional meningkat signifikan sepanjang 2025, didorong oleh kejelasan regulasi, pertumbuhan ETF, serta munculnya perusahaan-perusahaan treasury kripto yang menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari neraca keuangan mereka.

Pandangan optimistis juga datang dari Wall Street. Tom Lee, Chairman dari BitMine, menilai bahwa 2026 berpotensi menjadi tahun yang lebih konstruktif bagi kripto. Ia menyoroti fakta bahwa sepanjang 2025, Bitcoin tertinggal dari kinerja emas dan logam mulia lainnya, sebuah pola yang menurutnya sering kali terjadi sebelum rotasi likuiditas kembali mengalir ke aset kripto.

Lee berpendapat bahwa pergerakan emas kerap menjadi indikator awal aliran likuiditas global. Ketika logam mulai memimpin reli kripto biasanya menyusul setelahnya. Dalam konteks ini, ketertinggalan Bitcoin pada 2025 justru membuka ruang pemulihan jika kondisi likuiditas global kembali longgar.

Ekspektasi tambahan datang dari arah kebijakan. Prospek regulasi yang lebih jelas di Amerika Serikat pada 2026 dipandang dapat menarik modal baru ke pasar kripto, khususnya dari investor institusional yang selama ini menunggu kepastian hukum. Di saat yang sama, pelonggaran kebijakan moneter global dan meningkatnya likuiditas diperkirakan menjadi katalis tambahan bagi aset beresiko seperti Bitcoin.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Harga HBAR Mempertahankan Struktur Bearish Meskipun Pembelian ETF Institusional Tetap Stabil
  • Solana Price Mengincar Dukungan Level $78 Saat Level Fibonacci dan Struktur Pasar Selaras
  • Analis Mengantisipasi Konsolidasi Bitcoin dan Menunjukkan Potensi Terobosan 15% Seiring Penyempitan Pola Segitiga.
  • Para Pendiri Neo Berselisih Soal Pengendalian dan Transparansi Keuangan
  • Ini Deretan Altcoin Paling Tekor di 2025

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme