Jakarta – Jaringan Ethereum mencatat rekor baru dalam pemanfaatan jaringan setelah jumlah transaksi hariannya mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Lonjakan ini melampaui puncak aktivitas saat euforia NFT dan DeFi pada 2021.
Berdasarkan data CryptoQuant yang dilansir CoinMarketCap, rata-rata transaksi Ethereum selama tujuh hari mencapai 1,87 juta transaksi pada 31 Desember 2025. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 1,61 juta transaksi pada Mei 2021. Peningkatan ini juga diikuti oleh naiknya jumlah alamat aktif dan pengguna baru di jaringan.
Jumlah alamat aktif tercatat mencapai 728.904, tertinggi sejak Mei 2021. Sementara itu, lebih dari 270.000 alamat baru muncul dalam satu hari, menjadi lonjakan harian terbesar sejak 2018.
Menariknya, lonjakan aktivitas ini tidak disertai kenaikan biaya transaksi yang signifikan. Hal tersebut didorong oleh pembaruan teknis Ethereum sepanjang 2025, terutama Pectra dan Fusaka, yang meningkatkan skalabilitas, efisiensi data, serta menjaga biaya transaksi tetap stabil meski permintaan meningkat.
Selain faktor teknis, meningkatnya partisipasi institusi, pertumbuhan penggunaan stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata, serta aliran dana melalui produk keuangan berbasis bursa turut memperkuat permintaan jaringan Ethereum.
Ke depan, Ethereum telah menyiapkan pembaruan lanjutan pada 2026, termasuk Glamsterdam dan Hegota, yang difokuskan pada peningkatan kinerja, ketahanan jaringan, dan penguatan desentralisasi. Di tengah persaingan ketat antar blockchain, Ethereum dinilai masih mempertahankan posisinya sebagai infrastruktur utama bagi berbagai aplikasi keuangan digital. WWBOLA link