Salah satu tokoh di balik ETF kripto, Matt Hougan, memetakan tiga faktor utama yang dinilai bisa menentukan apakah pasar kripto bisa bull run besar pada 2026.
Dilansir dari CoinTelegraph, pandangan ini muncul akibat investor mencari kepastian arah pasar setelah volatilitas tinggi sepanjang 2025.
Menurut Hougan, reli besar tidak bergantung pada prediksi harga, melainkan pada kondisi struktural dan perilaku pasar yang lebih sehat. Ada apa saja?
1. Pasar Harus Terhindar dari Likuidasi Besar
Sinyal pertama adalah kemampuan pasar kripto menghindari gelombang likuidasi besar seperti yang terjadi pada Oktober 2025.
Likuidasi semacam ini biasanya dipicu oleh leverage berlebihan, yang berujung penutupan paksa posisi dan kepanikan massal.
Hougan menilai bull run 2026 membutuhkan manajemen risiko yang lebih disiplin. Jika pasar bisa menekan leverage dan mengurangi aksi jual paksa, kepercayaan investor jangka panjang akan lebih mudah terbentuk.
Dalam bahasa sederhana, reli yang sehat membutuhkan pembeli sungguhan, bukan dorongan utang jangka pendek.
2. Kejelasan Regulasi Jadi Fondasi Utama
Sinyal kedua berkaitan dengan regulasi pasar kripto, khususnya pengesahan market structure bill.
Hougan menilai kejelasan aturan menjadi prasyarat penting bagi masuknya modal institusional.
Aturan yang jelas akan menentukan klasifikasi aset kripto, mekanisme perdagangan, serta perlindungan investor. Tanpa fondasi ini, banyak dana besar akan tetap menunggu di pinggir pasar.
Jika regulasi terwujud, Hougan memperkirakan likuiditas baru dalam skala besar bisa mulai mengalir ke pasar kripto sepanjang 2026.
3. Stabilitas Pasar Saham Juga Mempengaruhi
Sinyal ketiga adalah kondisi pasar saham global yang stabil dan dapat diprediksi bisa menentukan bull run tahun ini.
Hougan menegaskan kripto tidak membutuhkan ekonomi global yang booming, melainkan lingkungan yang tenang.
Pasar ekuitas yang stabil biasanya mencerminkan tingkat ketakutan yang rendah dan likuiditas yang cukup.
Dalam situasi seperti ini, investor cenderung berani menambah eksposur ke aset berisiko, termasuk kripto.
Sebaliknya, gejolak besar di pasar saham berpotensi menahan arus dana ke aset digital.