Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Trader Berpengalaman Wanti-Wanti Bitcoin Masuk Bear Market Hingga 2027

Posted on January 12, 2026

Sejumlah analis teknikal mulai memperingatkan bahwa Bitcoin (BTC) mungkin telah memasuki fase bear market yang panjang, meskipun sebagian besar pelaku pasar berharap reli besar berikutnya segera tiba. Salah satu pandangan paling pesimistis datang dari salah satu trader berpengalaman di media sosial X dengan nama akun “King of Charts”, yang menyebut bahwa struktur harga Bitcoin telah mengonfirmasi tren turun jangka panjang.

Dalam hal ini, King menyampaikan bahwa Bitcoin tidak akan mencetak rekor harga baru dalam waktu dekat dan berpotensi tetap berada dalam bear market hingga akhir 2026, atau bahkan berlanjut ke paruh pertama 2027.

“Banyak trader ritel masih terjebak dalam bias bullish, meskipun sinyal teknikal menunjukkan sebaliknya,” ungkap King.

Dalam hal ini, King mengklaim bahwa ia telah mengidentifikasi puncak pasar Bitcoin pada awal Oktober 2025, sebelum harga terkoreksi tajam sekitar 36 persen. Setelah penurunan tersebut, Bitcoin sempat memantul dair area 100-week moving average, namun pantulan ini dinilai belum cukup untuk mengubah struktur tren yang lebih besar.

“Penurunan berikutnya masih terbuka lebar. Bitcoin perkiraan akan kembali menembus area US$ 80.000 dan bergerak lebih dalam menuju 200-week moving average, sekaligus mendekati garis tren naik jangka panjang,” ujarnya.

Ia menyebut koreksi awal sebesar 40 persen hingga 50 persen dari puncak sebagai fase pembuka bear market, yang bertujuan ‘menarik’ harga kembali ke area keseimbangan historis.

Meski demikian, King tidak menutup kemungkinan adanya reli besar di tengah tren turun. Ia memperkirakan Bitcoin dapat menemukan dasar sementara pada kuartal pertama 2026, sebelum mengalami bear market reli yang membawa harga kembali mendekati 50-week moving average. Reli tersebut, menuruntya, kemungkinan akan dipicu oleh tekanan di pasar saham global.

Ia membandingkan situasi saat ini dengan periode 2021–2022, ketika Bitcoin melemah lebih dulu sebelum pasar saham Amerika Serikat, termasuk S&P 500 dan Nasdaq, mengalami koreksi tajam. Dalam skenario serupa, King menilai bahwa penurunan pasar saham dapat memaksa bank sentral Amerika Serikat untuk melakukan pemangkasan suku bunga agresif, yang pada gilirannya memicu reli sementara pada aset berisiko, termasuk Bitcoin.

“Namun reli tersebut bukan akhir dari penurunan. Setelah bear market reli selesai, Bitcoin akan kembali melemah dan menembus level support utama. Ini termasuk garis tren jangka panjang dan 200-week moving average sebelum akhirnya membentuk dasar siklus berikutnya,” kata King.

Dia juga menepis pandangan bahwa reli kecil saat ini menandai awal kebangkitan baru. Menurutnya, pergerakan tersebut lebih menyerupai relief rally berskala kecil, seperti yang terjadi di fase awal bear market, sebelum harga melanjutkan penurunan yang lebih dalam.

Ia menambahkan, sinyal teknikal pada grafik mingguan mendukung pandangan tersebut. Ia menyoroti keberhasilan indikatornya dalam menandai puncak harga di area resisten tren, yang kemudian diikuti oleh tekanan jual berkelanjutan.

“Dalam penutupan mingguan berturut-turut di bawah 50-week moving average, sudah cukup untuk mengonfirmasi dimulainya bear market baru,” pungkas King.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Tether Mendaftarkan Merek Dagang Tokenisasi Hadron di Rusia
  • Validator Hyperliquid Menghadapi Persaingan Sengit di Tengah Prediksi Kisaran Harga HYPE
  • Chainlink Memetakan Jalur DeFi Menuju Sistem Keuangan Global
  • Cathie Wood Mengatakan AS Mungkin Akan Membeli Bitcoin untuk Cadangan
  • Tomasz Stanczak Menjelaskan Mengapa Ia Menghindari Pembiayaan Sendiri di Awal Kariernya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme