Tokocrypto, exchange Indonesia yang berlisensi Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi dengan mempublikasikan laporan Proof of Reserves (PoR) atau bukti cadangan aset. Mekanisme ini memungkinkan publik dan pengguna memantau ketersediaan aset secara terbuka, terukur, dan dapat diverifikasi.
Menurut keterangan resmi yang diterima Coinvestasi, CEO Tokocrypto Calvin Kizana menyampaikan bahwa transparansi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan pengguna, terutama di tengah dinamika industri aset kripto yang terus berkembang. Ia menilai isu keamanan dana nasabah masih menjadi perhatian utama publik.
“Di tengah kembali munculnya kekhawatiran publik soal keamanan aset nasabah di industri, Tokocrypto memastikan dana pengguna dikelola secara bertanggung jawab dan dapat diverifikasi. Proof of Reserves kami adalah bentuk komitmen transparansi agar pengguna bisa melihat dan mengecek bahwa aset mereka tersedia secara utuh,” ujar Calvin.
Nilai Aset Pengguna Tumbuh Signifikan Sejak Penerapan PoR
Sebagai pedagang aset kripto yang telah berlisensi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tokocrypto mulai menerapkan Proof of Reserves sejak 2023. Sejak pertama kali diperkenalkan, nilai aset pengguna yang tercatat dalam sistem PoR menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.
Per 1 Januari 2026, total aset pengguna yang terverifikasi dalam Proof of Reserves Tokocrypto mencapai US$345.379.785 atau sekitar Rp5,81 triliun. Nilai tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode awal penerapan PoR.
Calvin menilai pertumbuhan ini mencerminkan minat pengguna terhadap aset kripto yang tetap terjaga.
“Pertumbuhan nilai aset pengguna dalam PoR hingga sekitar US$345 juta per 1 Januari 2026 menunjukkan minat investasi kripto pengguna yang tetap tinggi. Kami melihat potensi pertumbuhan ini masih bisa berlanjut seiring meningkatnya partisipasi investor dan semakin matangnya ekosistem aset kripto di Indonesia,” kata Calvin.
Aset yang tercatat dalam Proof of Reserves Tokocrypto didominasi oleh aset kripto berkapitalisasi besar yang telah mapan secara global dan memiliki likuiditas tinggi. Per 1 Januari 2026, cadangan tersebut mencakup Bitcoin (BTC) sebesar 1.246,79999263 BTC, Ethereum (ETH) sebesar 10.005,61888101 ETH, BNB sebesar 12.272,89562512 BNB, serta Tether (USDT) sebesar 75.520.184,47678899 USDT.
Dalam proses verifikasi, Tokocrypto mengadopsi teknologi Merkle Tree dan zk-SNARKs (Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge). Melalui Merkle Tree, pengguna dapat melakukan verifikasi mandiri untuk memastikan saldo mereka tercatat sebagai bagian dari total kewajiban perusahaan.
Sementara itu, zk-SNARKs digunakan untuk membuktikan bahwa total saldo pengguna setara atau lebih kecil dari total aset cadangan, tanpa membuka data sensitif ke publik.
“Kami menerapkan verifikasi berbasis Merkle Tree dan zk-SNARKs untuk memastikan audit cadangan aset lebih akurat sekaligus menjaga privasi. Pengguna juga bisa melakukan self-verification untuk memastikan saldo mereka tercatat dalam perhitungan, dengan prinsip cakupan aset 1:1,” tutur Calvin.
Tokocrypto menegaskan bahwa aset milik perusahaan dicatat secara terpisah dan tidak dimasukkan dalam perhitungan Proof of Reserves. Seluruh data PoR dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi Tokocrypto, lengkap dengan panduan verifikasi bagi pengguna.
Di luar penerapan Proof of Reserves, Tokocrypto juga terus memperkuat sistem keamanan dan kualitas layanan. Langkah yang diterapkan mencakup enkripsi data, perlindungan API, teknologi deteksi intrusi, serta sistem firewall berlapis. Perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 dan ISO 27017 sebagai standar internasional dalam manajemen keamanan informasi dan layanan cloud.
Dari sisi kinerja, Tokocrypto mencatat pertumbuhan aktivitas yang solid. Hingga Desember 2025, total nilai transaksi di platform ini telah melampaui Rp150 triliun. Capaian tersebut mencerminkan partisipasi pengguna yang tetap tinggi meski pasar kripto global berada dalam fase koreksi.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Tokocrypto menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi, keamanan, dan peningkatan kualitas layanan, sejalan dengan upaya membangun industri aset kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia.