Platform media sosial X bersiap meluncurkan fitur baru bernama Smart Cashtags pada bulan depan. Fitur ini memungkinkan pengguna memantau pergerakan harga aset kripto dan saham secara real-time langsung di dalam aplikasi.
Dalam unggahan pada Minggu (3/1/2026), Head of Product X Nikita Bier menjelaskan bahwa Smart Cashtags tidak hanya berfungsi sebagai penanda harga. Pengguna juga dapat mengakses informasi smart contract yang terhubung dengan token kripto tertentu. Setiap aset akan dilengkapi tab “mention” yang menampilkan diskusi terbaru, sentimen pasar, serta berita terkait perusahaan atau tim di balik aset tersebut.
“Kami sedang membangun Smart Cashtags yang memungkinkan pengguna menentukan aset atau smart contract secara spesifik saat menuliskan ticker. Dari linimasa, pengguna bisa mengetuknya untuk melihat harga real-time sekaligus seluruh percakapan terkait aset tersebut,” ujar Bier.
Menurut Bier, X memiliki peran besar sebagai sumber informasi keuangan global. Ia menilai keputusan finansial bernilai ratusan miliar dolar sering kali dipengaruhi oleh informasi yang beredar di platform tersebut. Saat ini, X masih mengumpulkan masukan pengguna sebelum fitur ini dirilis secara publik, dengan target peluncuran pada Februari mendatang.
Spekulasi Fitur Trading Langsung
Cuplikan konsep yang dibagikan X juga memicu spekulasi mengenai kehadiran fitur trading secara langsung di dalam aplikasi. Dalam salah satu tampilan, terlihat tombol “Buy” dan “Sell”. Meski demikian, X belum memberikan penjelasan resmi terkait mekanisme transaksi maupun jadwal peluncuran fitur trading tersebut.
Upaya mengintegrasikan layanan keuangan ke dalam X bukan hal baru. Sejak diakuisisi Elon Musk pada Oktober 2022, arah pengembangan platform ini memang difokuskan untuk melampaui fungsi media sosial konvensional dan bergerak menuju konsep Everything App.
Sebelumnya, X sempat meluncurkan fitur Cashtags pada Desember 2022 yang menampilkan grafik harga Bitcoin, Ethereum, saham, dan ETF populer. Data tersebut bersumber dari TradingView dan dilengkapi tautan ke Robinhood. Namun, fitur tersebut kemudian dihentikan. Smart Cashtags kini diposisikan sebagai versi lanjutan dengan fungsionalitas yang lebih luas.
Peluncuran Smart Cashtags juga berlangsung di tengah kritik dari komunitas kripto. Sejumlah pengguna menuding X membatasi distribusi konten kripto yang sah, sementara spam justru mendominasi linimasa. Bier menanggapi tudingan tersebut dengan menyebutnya sebagai mitos, meski pernyataannya kemudian dihapus. Elon Musk turut menyatakan bahwa timnya berencana membuka algoritma rekomendasi X secara open-source dalam waktu dekat.