Hedera (HBAR) kembali masuk radar trader setelah pergerakan harganya mendekati sejumlah level teknikal penting.
Di tengah rotasi pasar kripto yang mulai bergeser dari Bitcoin ke altcoin besar, HBAR dinilai memiliki struktur harga yang relatif lebih bersih dibanding aset lain yang sudah lebih dulu reli.
Sepanjang 2025, pergerakan HBAR cenderung bergerak mendatar. Namun justru fase tersebut kini dibaca sebagian pelaku pasar sebagai periode akumulasi, bukan lemahnya minat.
Berdasarkan data terbaru, HBAR saat ini berada di area resistance jangka menengah di kisaran US$0,125–US$0,132. Zona ini menjadi penghalang utama sebelum harga bisa bergerak lebih jauh.
Secara teknikal, pelemahan tekanan jual mulai terlihat. Indikator MACD menunjukkan berkurangnya momentum bearish, mengindikasikan potensi pergerakan lanjutan jika harga mampu bertahan di atas area tersebut. Namun, sinyal dari indikator lain masih belum sepenuhnya mendukung.
On-Balance Volume (OBV) pada grafik mingguan masih berada dalam tren turun, sementara RSI dan Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan arus likuiditas yang belum kembali kuat. Kondisi ini menandakan bahwa minat beli masih terbatas dan harga masih rentan terhadap tekanan.
Jika HBAR mampu menembus dan bertahan di atas zona resistance tersebut, target terdekat berada di area US$0,15, sebelum menguji rentang US$0,175–US$0,18. Sebaliknya, kegagalan bertahan dapat membuka ruang koreksi menuju area support jangka panjang.