Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

RUU CLARITY Mandek, Analis Sebut Ini Justru Kabar Baik untuk Kripto

Posted on January 19, 2026

Mandeknya pembahasan RUU CLARITY di Kongres Amerika Serikat justru dinilai membawa dampak positif bagi industri kripto. 

Analis pasar Michaël van de Poppe menyebut, kegagalan RUU ini untuk maju ke tahap selanjutnya mencegah lahirnya regulasi yang berpotensi terlalu menekan ekosistem kripto dan keuangan terdesentralisasi.

CLARITY Act sebelumnya digadang-gadang sebagai kerangka hukum untuk memperjelas struktur pasar kripto di AS. 

Namun, versi terakhir RUU ini menuai kritik keras dari pelaku industri karena dianggap mengandung banyak pasal bermasalah.

Dukungan Coinbase Dicabut, Ini Alasannya

Salah satu pemicu utama mandeknya RUU CLARITY adalah keputusan Coinbase menarik dukungannya. 

CEO Coinbase, Brian Armstrong, secara terbuka menyampaikan sejumlah keberatan terhadap draf terbaru RUU tersebut.

Beberapa poin yang disorot antara lain:

  • Potensi larangan tidak langsung terhadap tokenized stocks
  • Akses pemerintah ke data pengguna pada platform DeFi
  • Larangan terhadap stablecoin yang memberikan imbal hasil

Armstrong menilai, ketentuan-ketentuan tersebut berisiko menghambat inovasi dan bertentangan dengan prinsip dasar kripto yang terbuka dan terdesentralisasi.

Analis: Jika Disahkan, Dampaknya Bisa Buruk

Michaël van de Poppe menilai, jika CLARITY Act dipaksakan lolos dalam bentuk saat ini, dampaknya bisa negatif bagi pasar secara keseluruhan.

Menurutnya, regulasi yang terlalu ketat tidak hanya menekan aktivitas DeFi, tetapi juga bisa menggerus likuiditas dan minat investor terhadap aset kripto di Amerika Serikat. 

Karena itu, tertundanya RUU ini justru memberi ruang bagi dialog lanjutan antara regulator, pelaku industri, dan pembuat kebijakan.

Van de Poppe membandingkan situasi ini dengan proses penyusunan regulasi MiCA di Uni Eropa, yang memerlukan beberapa kali revisi sebelum akhirnya disahkan dalam bentuk yang lebih seimbang.

Negosiasi Masih Berjalan, Gedung Putih Tetap Terlibat

Meski sempat muncul laporan bahwa Gedung Putih mengancam menarik dukungan, Brian Armstrong membantah adanya ketegangan serius. 

Ia menegaskan bahwa proses negosiasi masih berlangsung dan pemerintah AS disebut bersikap konstruktif dalam pembahasan lanjutan.

Fokus utama diskusi kini adalah mencari titik temu antara industri kripto, regulator, dan sektor perbankan, terutama terkait isu stablecoin dan layanan berbasis imbal hasil.

Sejumlah pelaku industri memperingatkan bahwa pelarangan stablecoin berbunga dapat menghambat adopsi dan perkembangan sektor tersebut dalam jangka panjang.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Steak ‘n Shake Tambah Kas dengan Bitcoin Rp 169 Miliar
  • Bursa CFX Optimistis Adopsi Aset Kripto di Indonesia Terus Tumbuh
  • Dogecoin Anjlok di Bawah US$0,13, Ancaman ke US$0,10 Mengintai
  • Harga Solana Turun ke US$130, Tekanan Jual Meningkat
  • Pemegang Bitcoin Mulai Borong Koin Sejak FTX Runtuh

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme