Data terbaru dari Santiment menunjukkan bahwa kelompok investor besar atau smart money—yang mencakup whale dan shark—mengakumulasi Bitcoin senilai sekitar US$3,2 miliar dalam kurun sembilan hari terakhir. Pola ini dinilai sebagai sinyal awal potensi penguatan jangka panjang pasar Bitcoin, meski volatilitas jangka pendek masih tinggi.
Dalam periode 10–19 Januari 2026, wallet yang menyimpan antara 10 hingga 10.000 BTC tercatat membeli total 36.322 Bitcoin. Sebaliknya, investor ritel dengan kepemilikan di bawah 0,01 BTC justru melepas sekitar 132 Bitcoin, mencerminkan perbedaan strategi antara investor besar dan ritel di tengah tekanan pasar.
Santiment menilai kondisi pasar saat ini berada pada fase yang “optimal untuk breakout”, di mana akumulasi agresif oleh smart money terjadi bersamaan dengan aksi jual dari investor ritel. Pola ini membentuk bullish divergence jangka panjang yang kerap mendahului pergerakan harga yang lebih kuat.
Di sisi lain, pasar kripto masih dibayangi tekanan geopolitik global. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait wacana penerapan tarif terhadap sejumlah negara Eropa dilaporkan memicu penurunan harga Bitcoin hingga hampir 7 persen dalam waktu singkat. Santiment juga mencatat meningkatnya diskusi Bitcoin di media sosial, terutama perbandingannya dengan emas dan perak sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Meski demikian, sentimen pasar kripto secara umum masih berada dalam fase kehati-hatian, dengan perhatian investor tetap terfokus pada pergerakan Bitcoin.