Sebuah insiden teknis di DEX derivatif Paradex menyebabkan harga Bitcoin (BTC) sempat tercatat US$0 di platform tersebut pada 19 Januari 2026, memicu gelombang likuidasi massal pada perdagangan perpetual futures. Setelah ditelusuri, gangguan ini disebabkan oleh masalah migrasi basis data yang berdampak langsung pada sistem perdagangan.
Paradex mengonfirmasi bahwa kesalahan tersebut tidak mencerminkan harga Bitcoin di pasar global dan hanya terjadi secara internal di platform. Gangguan juga memengaruhi sejumlah layanan, termasuk blockchain, block explorer, bridge, dan API.
Untuk memulihkan kondisi, tim Paradex melakukan rollback blockchain ke blok 1.604.710, yakni titik sebelum proses pemeliharaan basis data dilakukan. Seluruh akun pengguna dikembalikan ke kondisi sebelum gangguan, dan order terbuka dibatalkan secara paksa guna mencegah dampak lanjutan.
Paradex memastikan bahwa seluruh dana pengguna aman, meskipun proses pemulihan sempat berlangsung beberapa waktu. Hingga kini, belum ada angka resmi terkait total nilai likuidasi akibat insiden tersebut. Berdasarkan data DeFiLlama, Paradex memiliki open interest sekitar US$641 juta dengan volume transaksi US$37 miliar dalam 30 hari terakhir.
Insiden ini terjadi di tengah volatilitas tinggi Bitcoin secara global. Data CoinGlass mencatat total likuidasi pasar kripto dalam 24 jam terakhir melampaui US$875 juta, dengan Bitcoin menyumbang sekitar US$234 juta, seiring tekanan pasar akibat sentimen makro global.