Pasar kripto kembali melemah seiring meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Eropa yang mendorong investor global mengambil sikap risk-off. Ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump menekan pasar saham dan kripto secara bersamaan.
Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto turun ke sekitar US$2,71 triliun, dari hampir US$3 triliun pada pekan sebelumnya. Level ini menempatkan valuasi pasar kripto sekitar 32 persen di bawah puncaknya pada Oktober 2025.
Harga Bitcoin (BTC) melemah ke kisaran US$89.000, sementara Ethereum (ETH) turun ke sekitar US$2.960, keduanya menyentuh level terendah dalam lebih dari dua pekan. Pelemahan kripto sejalan dengan koreksi pasar saham global, di mana indeks S&P 500 turun hampir 2 persen di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Tekanan pasar turut diperparah oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Yield obligasi AS tenor lima tahun naik ke level tertinggi dalam hampir enam bulan, sementara yield obligasi Jepang tenor 20 tahun mencetak rekor baru. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal global, yang umumnya berdampak negatif bagi aset spekulatif seperti kripto.
Di sisi lain, investor cenderung beralih ke aset safe haven. Harga emas mencetak rekor tertinggi baru, sementara perak mencatat kenaikan signifikan, menandakan preferensi pasar terhadap aset lindung nilai di tengah ketegangan makro.
Ke depan, pergerakan pasar kripto dinilai masih sangat bergantung pada perkembangan negosiasi politik global dan stabilitas pasar obligasi. Selama ketegangan AS–Eropa belum mereda, tekanan di pasar kripto diperkirakan masih berlanjut, meski pelemahan ini dinilai lebih bersifat sentimen jangka pendek dibandingkan perubahan fundamental industri.