Saat harga Bitcoin, Ethereum, dan XRP bergerak turun, LayerZero (ZRO) justru mencatat kenaikan tajam. Pergerakan ini menarik perhatian karena terjadi di tengah kondisi pasar yang relatif lesu.
Pada Rabu (21/01), harga ZRO naik sebesar 14% dalam 24 jam terakhir disertai lonjakan volume, menandakan adanya katalis spesifik yang mendorong minat trader, bukan efek sentimen pasar luas.
Kenaikan harga ZRO berkaitan erat dengan token unlock besar yang baru saja terjadi. Sekitar 25,71 juta ZRO, atau sekitar 6,36% dari suplai yang telah dirilis, masuk ke pasar.
Secara teori, token unlock sering memicu tekanan jual. Namun pada kasus ini, pasar justru merespons sebaliknya, menunjukkan bahwa ekspektasi sudah diantisipasi sebelumnya.
Lonjakan volume yang menyertai kenaikan harga mengindikasikan rotation trade, yaitu pergerakan dana jangka pendek ke aset dengan katalis jelas saat market besar stagnan.
Dari sisi teknikal, harga ZRO sedang menguji resistance channel turun. Jika penutupan harian berhasil menembus area ini, pasar bisa menafsirkan sebagai awal fase kenaikan lanjutan.
Beberapa indikator teknikal menunjukkan kondisi bullish. Gaussian channel telah berbalik positif, sementara RSI masuk area overbought, menandakan momentum kuat meski rawan konsolidasi jangka pendek.
Indikator lain seperti MACD, DMI, dan Supertrend juga mengarah ke tren lanjutan, selama harga tidak kembali masuk ke pola sebelumnya.