Harga XRP sempat melemah sekitar 3% dan diperdagangkan di kisaran $1,89 saat CEO Ripple Brad Garlinghouse menyatakan dukungan terbuka terhadap RUU CLARITY Act di Amerika Serikat.
Garlinghouse menilai industri kripto membutuhkan kejelasan aturan meski belum ideal agar inovasi tidak terhambat. Namun, pelaku pasar memandang sikap tersebut belum berdampak langsung pada fundamental XRP.
Sejumlah analis menilai CLARITY Act lebih berfokus pada struktur pasar kripto secara luas, sehingga respons harga XRP cenderung terbatas.
Namun, XRP hari ini (22/1) berhasil kembali menguat ke area $1,94, seiring membaiknya sentimen global setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan memberlakukan tarif baru terhadap Eropa.
Sinyal Politik AS Makin Pro-Kripto
Dukungan terhadap CLARITY Act juga datang dari Gedung Putih. Direktur Eksekutif Dewan Penasihat Aset Digital Presiden AS, Patrick Witt, menyebut kompromi sebagai kunci agar regulasi kripto bisa disahkan.
Ia menilai kondisi politik saat ini merupakan momentum terbaik bagi legislasi struktur pasar kripto.
Sementara itu, melansir dari InsideBitcoins dan CNBC, penasihat kripto Gedung Putih, David Sacks, menyatakan bahwa setelah regulasi pasar disahkan, perbankan tradisional berpotensi masuk penuh ke sektor kripto.
Ia memperkirakan batas antara industri perbankan dan aset digital akan semakin tipis, dengan aturan yang seragam untuk produk serupa.
Tekanan Teknikal Masih Dominan
Beralih ke sisi teknikal, XRP masih berada dalam tren turun jangka pendek, meski mulai menunjukkan tanda stabilisasi. Harga sebelumnya sempat menguji zona support $1,85–$1,88, area yang kerap memicu minat beli, sebelum kembali menguat ke atas $1,90.
Indikator RSI berada di kisaran 37, mendekati wilayah oversold, yang mengindikasikan tekanan jual mulai mereda meski belum mengonfirmasi pembalikan arah yang kuat.
Jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah area support, XRP berpotensi menguji level $1,70. Sebaliknya, pemulihan yang berlanjut dan penembusan di atas $2,00 dapat menjadi sinyal awal berkurangnya dominasi penjual.