Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah US$90.000 dalam sepekan terakhir.
Koreksi ini membuat target US$100.000 terlihat semakin jauh. Namun, analisis terbaru menunjukkan peluang tersebut belum sepenuhnya tertutup, selama beberapa level kunci mampu dipertahankan.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin turun sekitar 3% dan mencatat penurunan sekitar 6,6% dalam tujuh hari.
Meski demikian, pola koreksi seperti ini bukan pertama kali terjadi dalam siklus harga Bitcoin sejak pertengahan 2025.
Koreksi Bitcoin Masih Dalam Pola Historis
Tekanan harga yang terjadi saat ini dinilai masih berada dalam pola historis yang pernah muncul sebelumnya.
Pada beberapa fase koreksi terdahulu, Bitcoin sempat turun tajam sebelum kembali menguat setelah kondisi teknikal tertentu terpenuhi.
Analis mencatat adanya sinyal pelemahan momentum jual melalui indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik 12 jam.
Dalam periode pertengahan Desember hingga akhir Januari, harga Bitcoin membentuk higher low, sementara RSI justru mencetak lower low.
Pola ini dikenal sebagai hidden bullish divergence, yang sering menandakan tekanan jual mulai berkurang meski harga belum langsung berbalik naik.
EMA Jadi Penentu Arah Rebound
Selain RSI, perhatian utama pasar tertuju pada pergerakan exponential moving average (EMA) 20 hari dan 50 hari. Saat ini, Bitcoin masih bergerak di bawah kedua garis EMA tersebut.
Sejak Juni 2025, setiap kali Bitcoin berhasil merebut kembali EMA 20 dan 50 setelah koreksi, harga mencatat reli yang cukup signifikan. Pada akhir Juni, kenaikan mencapai hampir 17%.
Pola serupa terjadi pada September dengan kenaikan sekitar 11%, serta awal Januari yang menghasilkan lonjakan sekitar 10%.
Jika skenario yang sama kembali terjadi, secara teknikal ruang kenaikan menuju area US$100.000 masih terbuka, selama harga mampu kembali bertahan di atas EMA kunci tersebut.
Data On-Chain: Whale Bertahan, Holder Lama Jadi Penekan
Dari sisi on-chain, dinamika pasar terlihat lebih kompleks. Data menunjukkan alamat whale yang memegang 1.000 hingga 10.000 BTC relatif stabil sejak pertengahan Januari.
Tidak ada penurunan signifikan jumlah whale, mengindikasikan bahwa pelaku besar tidak menjadi pendorong utama tekanan jual saat ini.
Selain itu, kelompok holder yang menyimpan Bitcoin lebih dari 155 hari justru terus menambah kepemilikan.
Dalam periode 14 hingga 20 Januari, arus masuk ke kelompok ini tercatat meningkat lebih dari 60%, meski harga sedang terkoreksi.
Sebaliknya, tekanan datang dari very long-term holders atau pemegang Bitcoin lebih dari satu tahun. Kelompok ini tercatat meningkatkan distribusi secara agresif.
Net outflow melonjak dari sekitar 25.700 BTC menjadi lebih dari 68.000 BTC dalam waktu kurang dari sepekan. Lonjakan distribusi inilah yang dinilai menahan pergerakan harga agar tidak langsung rebound.
Level Harga Kritis Penentu Arah Bitcoin
Pertarungan antara akumulasi dan distribusi tersebut kini tercermin langsung pada level harga. Untuk membuka kembali peluang menuju US$100.000, Bitcoin perlu mencetak penutupan harian di atas area US$94.390 dan US$96.420.
Keberhasilan menembus zona ini akan mengonfirmasi pemulihan EMA sekaligus memperkuat struktur rebound.
Sebaliknya, jika harga turun dan bertahan di bawah US$87.830, skenario rebound berpotensi gugur. Pada kondisi tersebut, tekanan lanjutan bisa membawa Bitcoin menguji area support berikutnya di sekitar US$84.350.