Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Harga Bitcoin Naik Usai Kesepakatan Trump dengan Eropa, Risiko Masih Ada?

Posted on January 22, 2026

Harga Bitcoin kembali menguat dan sempat menembus level $90.000 setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan Eropa yang mencakup isu Greenland dan kawasan Arktik. 

Rebound ini terjadi setelah Bitcoin sebelumnya menghapus hampir seluruh kenaikan awal tahun.

Penguatan Bitcoin turut mendorong pasar kripto secara luas. Total kapitalisasi pasar kripto naik sekitar 1% ke kisaran $3,05 triliun, mencerminkan membaiknya sentimen risiko dalam jangka pendek.

Kesepakatan Greenland Redam Ketegangan Dagang

Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menyebut telah tercapai kerangka kesepakatan dengan Eropa terkait Greenland dan wilayah Arktik. 

Kesepakatan ini membuat Amerika Serikat membatalkan rencana penerapan tarif yang sebelumnya dijadwalkan mulai 1 Februari.

Greenland menjadi sorotan karena posisinya yang strategis di Arktik, baik dari sisi keamanan, jalur perdagangan, maupun sumber daya. Isu ini sebelumnya memicu ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara NATO.

Dengan meredanya potensi konflik tarif, pasar global merespons positif. Bitcoin ikut terdorong karena kembali dipandang sebagai aset yang sensitif terhadap perubahan risiko geopolitik dan kebijakan perdagangan global.

Efek Narasi TACO Kembali Muncul

Pelaku pasar juga mengaitkan rebound ini dengan narasi TACO (Trump Always Chickens Out), istilah yang digunakan trader untuk menggambarkan pola Trump yang kerap melunakkan kebijakan tarif setelah tekanan pasar meningkat.

Pola serupa pernah muncul pada konflik dagang tahun 2025, ketika pernyataan kompromi Trump memicu reli aset berisiko, termasuk Bitcoin. Narasi ini kembali menjadi pemicu sentimen jangka pendek di pasar kripto.

Rebound Terjadi, Tapi Risiko Teknis Belum Hilang

Meski harga naik, analis menilai Bitcoin belum sepenuhnya keluar dari tekanan teknikal. 

Pada grafik harian, harga masih membentuk pola bearish continuation flag, yang secara teori membuka peluang koreksi lanjutan.

Jika pola tersebut terkonfirmasi, Bitcoin masih berisiko menguji area $80.000 dalam jangka menengah. Artinya, kenaikan pasca kesepakatan terkait Greenland lebih bersifat pemulihan sentimen, bukan pembalikan tren yang definitif.

Antara Geopolitik dan Fundamental Jangka Panjang

Dilansir dari CoinPedia, koreksi Bitcoin saat ini dinilai sudah mendekati fase akhir. Fundamental jaringan yang tetap kuat serta potensi rotasi modal dari emas ke aset berisiko disebut dapat mendukung pemulihan lanjutan.

Namun, untuk jangka pendek, pasar masih berhati-hati. Arah Bitcoin akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik lanjutan, termasuk implementasi kesepakatan Greenland dan respons pasar terhadap kebijakan perdagangan global.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Harga Ethereum Naik ke $3.000, Minat Beli Masih Kuat
  • ‘Smart Money’ Borong Rp50 Triliun Bitcoin (BTC) Saat Harga Tertekan
  • Harga XRP Turun, Bos Ripple Optimis 4 Hal Baik Ini Akan Terjadi di 2026
  • Kenapa Harga LayerZero (ZRO) Naik Hari Ini Saat Pasar Lesu?
  • Restoran Cepat Saji Ini Siapkan Bonus Bitcoin (BTC) untuk Karyawannya

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme