Harga XRP sempat melemah pada hari ini, namun pandangan bos Ripple terhadap masa depan kripto justru semakin optimistis.
Menurut Presiden Ripple, Monica Long, 2026 akan menjadi fase penting ketika industri kripto benar-benar masuk tahap penggunaan nyata.
Alih-alih fokus pada pergerakan harga jangka pendek, Ripple melihat perubahan struktural besar yang sedang dibangun. Berikut lima hal baik yang diyakini akan terjadi oleh Long.
1. Stablecoin Jadi Fondasi Settlement Global
Long memproyeksikan stablecoin akan beralih peran dari sekadar alternatif pembayaran menjadi fondasi utama settlement global.
Bagi institusi, dolar digital memungkinkan transaksi lintas batas berjalan real-time dan lebih efisien secara likuiditas.
Penggunaan stablecoin tidak lagi terbatas pada ritel, tetapi justru tumbuh pesat di pembayaran antarperusahaan (B2B).
2. Kripto Berubah dari Eksperimen ke Infrastruktur
Long menilai kripto akan berhenti dipandang sebagai aset spekulatif.
Pada 2026, sekitar 50% perusahaan besar global diperkirakan memiliki eksposur kripto, baik melalui treasury aset digital, stablecoin, maupun aset tokenisasi.
Di fase ini, kripto diposisikan sebagai lapisan operasional keuangan, bukan sekadar instrumen investasi.
3. Custody Kripto Jadi Medan Persaingan Baru
Seiring masuknya institusi, penyimpanan aset digital menjadi isu krusial. Long melihat sektor custody akan memasuki fase konsolidasi, dengan bank-bank besar membangun strategi multi-custodian.
Pada 2026, lebih dari setengah bank besar global diperkirakan telah memformalkan layanan custody kripto.
4. Blockchain Bertemu AI
Long juga menyoroti integrasi blockchain dan kecerdasan buatan. Smart contract, AI, dan teknologi privasi diproyeksikan dipakai untuk otomatisasi treasury, pengelolaan risiko, dan optimalisasi likuiditas secara real-time.
Long memprediksi 5 hingga 10% aktivitas settlement global akan berpindah ke blockchain. Tokenisasi saham, obligasi, dan instrumen pasar uang memungkinkan proses yang lebih transparan dan dapat diprogram.
Pendekatan ini membuat pengelolaan keuangan institusi semakin berbasis data dan efisien.