
Kejahatan kripto kembali mencuri perhatian setelah peretas berhasil mengambil lebih dari USD 700 juta (Rp 11,8 triliun) dari investor di berbagai negara. Aksi ini umumnya memanfaatkan trik klasik seperti pembobolan akun cloud dan pencurian kredensial, bukan teknologi canggih.
Helen dan Richard, pasangan asal Inggris, kehilangan tabungan mereka berupa Cardano senilai sekitar Rp 5 miliar. Meski bisa melihat dana mereka berpindah di blockchain, identitas pelaku tetap misterius dan aset tak bisa dikembalikan.
Kasus ini menegaskan pentingnya keamanan digital dan pengelolaan akses dompet kripto, serta mengingatkan investor bahwa transparansi blockchain sekalipun tidak menjamin keselamatan aset.