Ekosistem InfoFi runtuh hanya dalam hitungan hari setelah platform X mengubah kebijakan API terkait insentif konten.
Perubahan ini langsung memukul proyek-proyek yang selama ini menggantungkan model bisnisnya pada sistem reward berbasis posting, termasuk Kaito (KAITO).
Laporan terbaru Tiger Research mencatat, keputusan X tersebut secara efektif menghentikan operasional InfoFi dalam waktu kurang dari tiga hari.
Dampaknya tidak hanya terasa di level produk, tetapi juga menyeret kepercayaan komunitas dan nilai token yang terasosiasi dengan model tersebut.
Masalah bermula pada 15 Januari 2026, ketika X menyatakan tidak lagi mengizinkan aplikasi yang memberikan imbalan atas aktivitas posting. Kebijakan ini diumumkan secara publik oleh Nikita Bier, product lead X, dan berlaku tanpa masa transisi.
Menurut kronologi yang dikutip Tiger Research dari pendiri Kaito, Yu Hu, tim Kaito sebenarnya sudah menerima sinyal awal sejak 13 Januari melalui komunikasi internal dari X.
Namun, keputusan final baru diketahui publik bersamaan dengan pengumuman resmi. Tidak ada ruang negosiasi lanjutan.
Satu keputusan tersebut cukup untuk melumpuhkan seluruh kategori InfoFi. Model yang sebelumnya bergantung pada pemantauan engagement dan distribusi reward otomatis mendadak kehilangan fondasi utama.
Pasar turut merespons keputusan tersebut tanpa kompromi. Token KAITO mengalami tekanan tajam, sementara komunitas mempertanyakan kesiapan tim menghadapi risiko kebijakan platform.
Kritik mengarah pada satu isu utama, yakni ketergantungan ekstrem pada satu infrastruktur terpusat.
Tiger Research menilai, kasus ini menegaskan batas nyata dari narasi desentralisasi ketika eksekusi bisnis masih bertumpu pada platform Web2. Dalam kondisi tersebut, risiko kebijakan menjadi sama berbahayanya dengan risiko teknis.