Harga Chainlink (LINK) masih bergerak di bawah tekanan pasar kripto secara umum. Namun, di tengah kondisi tersebut, data on-chain menunjukkan aktivitas berbeda dari investor besar.
Sejumlah wallet whale tercatat menambah kepemilikan LINK saat harga berada di area krusial.
Melansir dari Coinpedia, 100 alamat Chainlink terbesar telah mengakumulasi sekitar 16,1 juta LINK sejak awal November, meski harga bergerak sideways dan volatilitas pasar altcoin cenderung melemah.
Harga LINK Bertahan di Zona Demand US$12
Dalam beberapa pekan terakhir, LINK bergerak dalam tren menurun dan gagal mempertahankan kenaikan di atas level US$14.
Koreksi tersebut membawa harga kembali ke zona demand di sekitar US$12, area yang sebelumnya beberapa kali menjadi penahan tekanan jual.
Secara teknikal, struktur harga masih membentuk lower low dan lower high. Meski demikian, volatilitas yang mulai menyempit di area ini mengindikasikan fase konsolidasi, bukan pelemahan tajam.
Aktivitas Whale Muncul Saat Pasar Altcoin Lesu
Akumulasi oleh wallet besar terjadi di tengah menurunnya minat spekulatif di pasar altcoin. Kondisi ini berbeda dengan pola pembelian saat harga mengalami reli, di mana volume dan partisipasi ritel biasanya meningkat.
Coinpedia mencatat bahwa penambahan kepemilikan oleh whale dilakukan secara bertahap selama periode volatilitas rendah.
Pola ini kerap dikaitkan dengan strategi akumulasi jangka menengah, bukan pergerakan jangka pendek berbasis sentimen.
Risiko Pergerakan Lanjutan Ditentukan Area Kunci
Selama LINK mampu bertahan di atas zona US$12, tekanan penurunan dinilai masih terkendali. Area ini menjadi level penting untuk menjaga struktur harga jangka menengah.
Jika level tersebut mampu dipertahankan, perhatian pasar berikutnya tertuju pada area US$15 hingga US$17, yang sebelumnya menjadi kantong likuiditas utama.
Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap sangat bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan.
Pengembangan Fundamental Jadi Latar Belakang Akumulasi
Di sisi fundamental, Chainlink terus memperluas utilitas jaringannya. Protokol ini baru-baru ini meluncurkan layanan data real-time 24/5 untuk saham dan ETF Amerika Serikat, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi mengakses data pasar keuangan tradisional dengan settlement on-chain.
Pengembangan ini memperkuat posisi Chainlink dalam narasi real-world asset (RWA), yang tengah menjadi perhatian pelaku industri blockchain dan institusi.