Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Whale Mulai Akumulasi Chainlink Diam-Diam, Apa Dampaknya ke Harga?

Posted on January 23, 2026

Harga Chainlink (LINK) masih bergerak di bawah tekanan pasar kripto secara umum. Namun, di tengah kondisi tersebut, data on-chain menunjukkan aktivitas berbeda dari investor besar.

Sejumlah wallet whale tercatat menambah kepemilikan LINK saat harga berada di area krusial.

Melansir dari Coinpedia, 100 alamat Chainlink terbesar telah mengakumulasi sekitar 16,1 juta LINK sejak awal November, meski harga bergerak sideways dan volatilitas pasar altcoin cenderung melemah.

Harga LINK Bertahan di Zona Demand US$12

Dalam beberapa pekan terakhir, LINK bergerak dalam tren menurun dan gagal mempertahankan kenaikan di atas level US$14. 

Koreksi tersebut membawa harga kembali ke zona demand di sekitar US$12, area yang sebelumnya beberapa kali menjadi penahan tekanan jual.

Secara teknikal, struktur harga masih membentuk lower low dan lower high. Meski demikian, volatilitas yang mulai menyempit di area ini mengindikasikan fase konsolidasi, bukan pelemahan tajam.

Aktivitas Whale Muncul Saat Pasar Altcoin Lesu

Akumulasi oleh wallet besar terjadi di tengah menurunnya minat spekulatif di pasar altcoin. Kondisi ini berbeda dengan pola pembelian saat harga mengalami reli, di mana volume dan partisipasi ritel biasanya meningkat.

Coinpedia mencatat bahwa penambahan kepemilikan oleh whale dilakukan secara bertahap selama periode volatilitas rendah. 

Pola ini kerap dikaitkan dengan strategi akumulasi jangka menengah, bukan pergerakan jangka pendek berbasis sentimen.

Risiko Pergerakan Lanjutan Ditentukan Area Kunci

Selama LINK mampu bertahan di atas zona US$12, tekanan penurunan dinilai masih terkendali. Area ini menjadi level penting untuk menjaga struktur harga jangka menengah.

Jika level tersebut mampu dipertahankan, perhatian pasar berikutnya tertuju pada area US$15 hingga US$17, yang sebelumnya menjadi kantong likuiditas utama. 

Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap sangat bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Pengembangan Fundamental Jadi Latar Belakang Akumulasi

Di sisi fundamental, Chainlink terus memperluas utilitas jaringannya. Protokol ini baru-baru ini meluncurkan layanan data real-time 24/5 untuk saham dan ETF Amerika Serikat, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi mengakses data pasar keuangan tradisional dengan settlement on-chain.

Pengembangan ini memperkuat posisi Chainlink dalam narasi real-world asset (RWA), yang tengah menjadi perhatian pelaku industri blockchain dan institusi.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bitmine Kuasai 4,2 Juta Ethereum, Total Aset Kripto Capai USD 14,5 Miliar
  • Harga Solana Bertahan di Atas $120 Meski 98.000 SOL Dijual
  • OJK Selidiki Dugaan Penipuan Kripto oleh Timothy Ronald
  • Harga Pi Network Naik Tipis 0,73% Usai Voting Governance
  • Harga Emas Antam Pecahkan Rekor, Tembus Rp 2,88 Juta per Gram

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme