Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

CryptoQuant: Kepemilikan Whale Naik Meski Geopolitik Memanas

Posted on January 23, 2026

Aksi beli dari kelompok investor atau whales Bitcoin masih berlanjut, bahkan ketika investor ritel cenderung memilih menunggu di tengah kombinasi tekanan geopolitik dan ketidakpastian makro. Laporan terbaru dari CryptoQuant menunjukkan kepemilikan whale secara bulanan tidak hanya bertahan, tetapi terus bertambah sejak Januari.

Berdasarkan riset yang dilakukan CryptoQuant, pola ini lebih menyerupai akumulasi struktural ketimbang distribusi. Dengan kata lain, para pemegang besar terlihat tetap menambah eskposur alih-alih melepas aset saat sentimen publik melemah.

Dalam laporan tersebut, tertulis juga bahwa pasar sudah terguncang, namun tidak dengan keyakinan whale.

Di saat yang sama, perhatian sebagian investor mulai bergeser ke dampak perubahan dominasi Bitcoin terhadap altcoin. Salah satu Kripto strategist yang sering dikenal dengan nama Ted Pillows menilai dominasi Bitcoin terlihat membentuk pola bear flag.

“Jika dominasi ditutup harian di bawah area 58,5 persen, perkiraan pasar altcoin bisa mendapat ruang napas berupa reli pemulihan jangka pendek, terutama pada aset berkapitalisasi lebih kecil yang belakangan tertinggal,” ungkap Pillows.

Berdasarkan chart juga, pergerakan harga Bitcoin sendiri relatif datar pada Kamis. Harga aset tersebut bertahan di sekitar US$ 89.500. Aktivitas likuidasi 24 jam terakhir tercatat tidak terlalu ekstre, dengan total di bawah US$ 519 juta.

Likuidasi posisi short sedikit lebih besar dibanding long, namun selisihnya tipis, sehingga pasar secara keseluruhan tidak menunjukkan tanda guncangan lanjutan.

Secara agregat, kapitalisasi pasar kripto bergerak tipis dan mencatat kenaikan kecil sekitar 0,07 persen saat pelaku pasar mencerna dua sinyal yang kontras, yakni akumulasi whale yang konsisten dan ritel yang masih menahan diri.

Jika tren ini berlanjut, akumulasi whale bisa menjadi semacam ‘pondasi’ yang membantu menahan volatilitas Bitcoin pada fase risk-off. Namun, bila dominasi Bitcoin mulai melemah, fokus jangka pendek bisa berpindah ke altcoin, setidaknya untuk reli pemulihan yang bersifat taktis.

Bagi pasar, kombinasi keduanya penting karena sering kali menjadi petunjuk apakah uang besar sedang membangun posisi untuk fase berikutnya, atau sekedar bertahan sambil menunggu arah makro lebih jelas.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bitmine Kuasai 4,2 Juta Ethereum, Total Aset Kripto Capai USD 14,5 Miliar
  • Harga Solana Bertahan di Atas $120 Meski 98.000 SOL Dijual
  • OJK Selidiki Dugaan Penipuan Kripto oleh Timothy Ronald
  • Harga Pi Network Naik Tipis 0,73% Usai Voting Governance
  • Harga Emas Antam Pecahkan Rekor, Tembus Rp 2,88 Juta per Gram

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme